Hadirkan Warna Baru KPID NTB, Gagas Pembentukan Radio Komunitas Sebagai Corong Informasi Sehat dan Benar dari Desa

Komisioner KPID NTB periode 2021 - 2024.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., telah melantik dan mengambil sumpah jabatan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB periode 2021 – 2024, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Senin, 23 Agustus 2021. Komisioner KPID NTB akan menghadirkan warna baru dan membuat gebrakan, tidak sekadar melakukan pengawasan lembaga penyiaran seperti yang dilakukan selama ini.

Ketua KPID NTB, Ajeng Roslinda Motimori, mengatakan pihaknya akan segera mendorong terbentuknya radio komunitas di desa-desa di NTB. Radio komunitas bisa menjadi corong informasi sehat dan benar dari desa.

Iklan

“Jadi, kita fungsinya jangan hanya mengawasi, mencari kesalahan apa yang dilakukan lembaga penyiaran. Tapi sekarang kita balik, kita tak mencari kesalahan mereka. Tapi ayo produksi siaran yang sehat dan benar,” kata Ajeng kepada Suara NTB, Selasa, 24 Agustus 2021.

Ajeng mengatakan tupoksi KPID memang melakukan pengawasan terhadap lembaga penyiaran seperti radio dan televisi di NTB. Namun, ada kewenangan yang pakai lebih luas. “Bagaimana membina, memfasilitasi lembaga penyiaran untuk memproduksi siaran yang sehat, itu kita optimalkan,” katanya.

Ia mengatakan harus ada warna baru untuk membumikan KPID di NTB. Masyarakat mungkin tidak mengetahui  bahwa frekuensi adalah milik publik. Sejarang, kata Ajeng, lembaga penyiaran yang paling murah adalah radio komunitas.

“Kita perbanyak radio komunitas. Masa radio komunitas tak sampai 30. Bayangkan kalau satu desa ada radio komunitas. Itu akan lebih mendekatkan masyarakat kita, mempererat silaturahim, sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan gagasan yang akan diwujudkan KPID NTB sekarang adalah mendorong terciptanya lembaga-lembaga penyiaran baru, seperti radio komunitas. Menurutnya, ada beberapa contoh desa di NTB, seperti di Lombok Utara yang memiliki radio komunitas.

Keberadaan radio komunitas tersebut sangat berperan penting dalam menyebarkan informasi yang sehat dan benar kepada masyarakat. “Bagaimana radio komunitas sebagai corong informasi sehat dan benar. Sebagai pemersatu sosial masyarakat. Mempertahankan akar budaya yang sudah mulai terkikis,” terangnya.

Mantan Ketua Komisi Informasi (KI) NTB ini menjelaskan alasan dibentuknya radio komunitas di desa. Karena desa sudah memiliki anggaran sendiri. KPID akan menggugah desa untuk membuat radio komunitas.

“Radio ini tidak menggunakan pulsa. Sejelek apapun HP, punya aplikasi radio. Sehingga kita bumikan di setiap desa ada radio komunitas sebagai corong informasi yang sehat dan benar kepada masyarakat,” imbuhnya.

Ajeng mengatakan KPID NTB akan menyosialisasikan gagasan ini ke desa-desa yang ada di NTB. Bahkan, Anggota DPRD NTB akan mengalokasikan pokirnya untuk membantu desa-desa yang akan dipilih nantinya.

Ajeng menambahkan jika desa memiliki radio komunitas, maka semua program dan kegiatannya bisa langsung disampaikan ke masyarakat secara luas. Kemudian, Pemprov dan Pemda kabupaten/kota juga bisa menitipkan program-programnya sampai ke masyarakat tingkat bawah lewat siaran radio komunitas.

Komisioner KPID NTB untuk periode 2021-2024 adalah, Ajeng Roslinda Motimori, Afifudin Adnan, Abdul Muluk, Darsono Yusin Sali, Auliya Rachman Chavez, Marga Harun dan Husna Fatayati, S.Si. M.Sos. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional