Hadirkan Nirwan Dewanto, Buku “Satu Setengah Mata-Mata” Dibedah di Mataram

Mataram (suarantb.com) – Komunitas Akar Pohon Mataram akan menyelenggarakan bedah buku “Satu Setengah Mata-Mata” karya Nirwan Dewanto pada hari Selasa, 16 Agustus 2016. Kegiatan yang bertema “Prosa Rupa” ini, akan langsung menghadirkan sang penulis, Nirwan Dewanto.

Hal tersebut dikatakan Sastrawan NTB dari Komunitas Akar Pohon Mataram, Kiki Sulistyo, Sabtu, 13 Agustus 2016. Kiki mengatakan, sang penulis akan menjadi pembicara utama, yang akan memaparkan isi kumpulan esai seni rupa miliknya. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Museum Negeri NTB.

Iklan

Kiki menjelaskan tema “Prosa Rupa” dipilih sebagai pengejawantahan semangat yang terkandung dalam buku “Satu Setengah Mata-Mata”, yang tak hanya membahas seni rupa.

“Menjadi mata-mata yang bergerak bebas antara seni rupa dan sastra, antara fiksi dan non-fiksi, antara antropologi dan catatan biografis, antara kritik seni dan nalar puitis. Juga antara pembacaan dekat dan jauh,” ujarnya.

Ditanya relevansi kegiatan tersebut dengan masyarakat NTB selaku segmen kegiatan? Menurut Kiki semangat yang ingin disasar oleh buku Satu Setengah Mata-Mata, yaitu fungsi seni, khususnya seni rupa yang berada pada tempat yang tak sempat dikunjungi oleh ilmu pengetahuan. Ketika jangkauan ilmu pengetahuan tak mampu menjamah segenap rahasia, maka seni, khususnya seni rupa menjadi media yang pantas untuk menggantikannya.

Hal tersebut menjadi relevan ketika dikomparasikan dengan masyarakat NTB. Karena masih banyak sisi masyarakat NTB yang cenderung abai pada medium-medium yang sebetulnya dekat dengan dirinya. Sebagai perumpamaan, ketika ilmu pengetahuan tidak bisa menjawab beberapa fenomena, maka akan berpaling pada takhayul-takhayul yang bukannya menambah kekayaan intelektual. Melainkan menyeret masyarakat kembali pada kebodohan struktural.

“Harusnya ketika ilmu pengetahuan tidak bisa menjawab, maka disitulah seni rupa digunakan. Nah di masyarakat kita kan lain, masih banyak yang menggunakan takhayul,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, kata Kiki, selain menghadirkan Nirwan Dewanto, sebagai penanggap adalah penulis dan sutradara senior NTB, Kongso Sukoco. Sementara musik, akan diisi oleh musisi petualang, W. S. Irawan.

Untuk diketahui, Nirwan Dewanto yang juga penulis esai seni rupa “Satu Setengah Mata-Mata” merupakan tokoh sastra Indonesia kelahiran Surabaya, Jawa Timur 55 tahun silam. Selain dikenal sebagai penyair, ia juga banyak menulis esai-esai kebudayaan. Diantaranya, Senjakala Kebudayaan (1991), Kebudayaan Indonesia : pandangan (1996), dan tentu saja yang teranyar kumpulan esai seni rupa Satu Setengah Mata-Mata. (ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here