Hadir di Bima, Tere Liye Berbagi Tips Menulis

Bima (Suara NTB) – Siapa yang tidak kenal dengan novelis tersohor Indonesia, Tere Liye. Pria dengan nama lengkap Darwis ini, hadir di kampus STKIP Taman Siswa Kabupaten Bima pada Minggu, 1 April 2018.
Kedatangan penulis buku best seller Indonesia ini mengisi acara workshop penulisan yang diadakan Kampus setempat. Kehadiran Tere Liye ini menarik ratusan peserta. Bahkan, sebagian besar tidak lupa mengabadikan dengan kamera ponsel bersama lelaki mantan wartawan ini.

Pada kesempatan itu, Darwis Tere Liye berbagi tips menulis yang baik dan benar kepada peserta yang kebanyakan perempuan tersebut. Kata dia menjadi seorang penulis tidak menjadikan materi sebagai motivasinya.
“Jadi penulis harus berupaya memiliki tulisan yang baik. Jika tulisan kita baik, akan mendapatkan materi yang banyak,” katanya.

Iklan

Selain itu lanjutnya, tips menjadi penulis yang baik dan berkualitas harus memperbanyak membaca buku, mengisi kepala agar tidak kosong. Sebab kalau isi kepala kosong otomatis kesulitan untuk menulis.
“Tulisan yang baik dan bermanfaatkan bagi orang. Barang tentu Penulis itu akan terus hidup dan dikenang sepanjang massa,” katanya.

Kemudian menulis bisa diawali dengan pengalaman diri senidiri. Jika sudah dianggap sudah matang, bisa berlanjut menulis pengalaman orang lain, yang dilihat atau diamati secara langsung.
“Menulislah tentang apapun. Entah bagus ataupun buruk, tidak jadi soal. Karena kunci menulis adalah produktifvitas,“ katanya.

Selain itu penulis harus memiliki kepercayaan. Karena hal itu menjadi energi penting menulis yang baik. Walaupun diawali dengan tulisan kecil dan pendek. Tapi akan memberikan manfaat dan energy positif bagi orang.
“Intinya menulis adalah kebiasaan dan latihan, latihan dan latihan. Tidak perlu risau soal baik dan buruk,” katanya.

Selain memberikan tips menulis, Tere Liye juga memberikan wejangan kepada para peserta yang terkesima mendengar penyampaiannya. Salahsatuya membiasakan menanam agar bisa dipanen dan dinikmatinya.
“Menamanlah agar biasa kamu panen. Pohon yang kita tanam 20 tahun kemarin, akan kita petik panen dan nikamntinya hari ini,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here