Hadapi Sidang MK, Mo-Novi Tunjuk Yusril Ihza Mahendra Jadi Kuasa Hukumnya

Sembirang Ahmadi (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Setelah lolos dari gugatan dugaan pelanggaran administrasi pemilu bersifat Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM) di Bawaslu Provinsi NTB, Paslon pemenang Pilkada Kabupaten Sumbawa, Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi) kini bersiap menghadapi gugatan sangketa Perselisihan Hasil Pemilu (PHP) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Untuk mengahadapi sidang MK, Mo-Novi resmi menunjuk pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukumnya. Paslon Mo-Novi memastikan meski persidangan MK, berbeda dengan persidangan Bawaslu NTB. Yakni, pihak penggugat berhadapan dengan pihak penyelenggara. Yakni, KPU dan Bawaslu. Namun pihaknya tidak akan main-main dalam persidangan MK yang akan dijadwalkan berlangsung sekitar pertengahan Januari ini.

“Prinsipnya, kami menghargai upaya hukum lanjutan yang dilayangkan paslon Jarot-Mokhlis guna menggugat ke MK. Namun kami juga siap meladeninya meski persidangannya lebih banyak antara penggugat dengan penyelenggara pemilu,” ujar Ketua Tim Pemenangan Mo-Novi, Sambirang Ahmadi pada wartawan, Selasa, 12 Januari 2021.

Politisi PKS itu mengungkapkan Yusril akan didampingi oleh dua orang pengacara asal Sumbawa M Erry Satriyawan SH dan Kusnaini, SH sebagai pendampingnya. “Kedua orang dari Sumbawa ini yang sudah memenangkan gugatan di Bawaslu NTB akan mendampingi delapan orang tim pengacara di kantor advokat Pak Yusril selaku Ketua Tim pengacara Mo-Novi di MK,” jelas Sambirang.

Lantas bagaimana persiapan Tim Mo-Novi. Sambirang mengatakan, saat ini tim hukum tengah fokus melakukan diskusi dan finalisasi  bukti-bukti yang akan membantah semua gugatan pelapor yang telah mereka sangkakan ke MK.

Menurut dia, paslon Mo-Novi juga sudah bertemu dengan utusan Yusril Ihza Mahendra terkait penandatanganan kuasa beracara di MK  beberapa hari lalu di Mataram. Direncanakan, antara tim kuasa hukum baik itu pendamping akan melakukan simulasi atau mempersiapkan segala bukti yang ada untuk diajukan ke persidangan di MK.

Selain itu, lanjut Sembirang, ada banyak relawan yang mau menjadi saksi pada persidangan nantinya. Hal ini, lantaran masyarakat di semua Desa dan Kecamatan di Sumbawa menyambut antusias kemenangan Mo-Novi yang dinyatakan menang pada kasus laporan dugaan pelanggaran TSM yang dilaporkan paslon Jarot-Mokhlis di Bawaslu.

“Surat kuasa sudah ditandatangani oleh paslon langsung di Mataram. Selain itu, tim pengacara pendamping yang tahu proses di Bawaslu akan membantu menyiapkan bukti-bukti dan saksi-saksi guna membantah keterangan pelapornya,” jelasnya.

Ia menilai, Pilkada Sumbawa yang menghasilkan kemenangan tipis bagi paslon Mo-Novi, sejatinya merupakan kemenangan rakyat Sumbawa. Untuk itu, kendati telah melalui pertarungan Pilkada yang berlanjut ke persidangan di Bawaslu dan ke MK dalam waktu dekat ini, pihaknya tidak akan menganggap paslon Jarot-Mokhlis sebagai musuh.

“Mo-Novi hadir untuk membawa kegemilangan Sumbawa. Maka, siapapun rival di Pilkada tetap adalah saudara yang akan siap kita butuhkan pemikirannya untuk membangun peradaban dan perbaikan kehidupan masyarakat di wilayah Sumbawa. Insya Allah Mo-Novi siap menjadikan rival sebagai saudara dalam membangun pemerintahan kedepannya,” tandas Sambirang.

Diketahui, pada putusan persidangan Bawaslu NTB yang berakhir pada Senin, 11 Januari 2021, lima majelis hakim menolak semua dalil yang dituduhkan pasangan calon (Paslon) Bupati Sumbawa nomor urut 5, Syarafuddin Jarot–Mokhlis terhadap paslon Mahmud Abdullah–Dewi Noviany (Mo-Novi) pada kasus laporan dugaan pelanggaran TSM. (ndi)