Hadapi Idul Adha, Stok LPG dan BBM Surplus

LPG dan BBM dipersiapkan sangat berkecukupan menyambut kebutuhan saat Idul Adha 2020 ini. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Kebutuhan masyarakat akan produk Liquified Petroleum Gas (LPG) di NTB  memiliki kecenderungan meningkat di beberapa momen perayaan hari besar keagamaan. Demikian juga kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM). Mengantisipasi kenaikan permintaan bahan bakar  saat lebaran Idul Adha 1441 H/2020, Pertamina telah menyiapkan stok berkecukupan.

“Selain itu, peningkatan jumlah konsumsi yang juga terjadi seiring dengan mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat, warung-warung makan, restoran dan kafe, yang sebagian sudah beroperasi kembali,” ungkap Rustam Aji, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V. Hingga Tanggal 26 Juli 2020, lanjut Rustam, catatan Pertamina, rata-rata konsumsi harian di NTB mencapai 340 Metrik Ton (MT) perhari.

Iklan

“Di Bulan Juli ini, dimana nanti pada Tanggal 31 Juli juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Pertamina sudah mempersiapkan tambahan suplai LPG fakultatif sebesar 14  persen atau ditambah menjadi 390 MT perhari, yang mungkin akan dibutuhkan masyarakat pada momen perayaan hari besar keagamaan tersebut,” jelasnya.

Pertamina juga secara aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam upaya penyaluran dan pengawasan penggunaan LPG Kg agar lebih tepat sasaran.  Momen meningkatnya kebutuhan elpiji seringkali dimanfaatkan oleh oknum spekulan (pengecer), yang mempermainkan harga jual tanpa mengacu ke Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Pemerintah. “Oleh karena itu kami himbau masyarakat, agar membeli langsung ELPIJI di pangkalan resmi elpiji dan Outlet Brightgas Pertamina. Di wilayah Provinsi NTB sendiri sampai dengan saat ini ada lebih dari 50 agen dan 3.700 pangkalan LPG,” demikian Rustam.

Terpisah, Operation Head Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Ampenan Ngurah Yamatika, di Mataram, Rabu, 29 Juli 2020 mengatakan, stok BBM hingga 29 Juli di TBBM Pertamina Ampenan masih mencukupi hingga 7 hari ke depan, khususnya untuk premium dan solar. Namun pada hari yang sama, Kapal BBM Trasco Antasena juga melakukan bongkar BBM jenis premium sebanyak 2.500 Kilo Liter (KL), solar 3000 KL serta Pertamax 1250 KL.

“Stok BBM ya untuk lebaran idul adha mencukupi artinya stok amanlah semua produk seperti premium, solar, pertalite, pertamax. jadi aman untuk kebutuhan masyarakat di pulau lombok ini. namun stok yang tersedia hari ini itu hanya bertahan untuk 7 hari,” sebut Yamatika ditemui di ruang kerjanya.

“Dalam tiga hari ke depan, juga ada Kapal Brilliant yang akan mengangkut BBM jenis premium dan solar, jadi terus ada yang melakukan bongkar. Jadi kami jusa sudah melakukan antisipasi terkait kondisi saat ini,” imbuhnya. Pada hari normal, kebutunan premium harian masyarakat di Pulau Lombok rata-rata sebesar 544 KL, solar sebesar 788 KL termasuk untuk kebutuhan industri, pertalite 350 KL dan pertamax 77 KL. Rata-rata kebutuhan BBM masyarakat kita saat ini sudah kembali normal.

Awal-awal covid (April-Mei) sempat menurun hingga 30 persen.  Melihat data stok, Ngurah Yamatika meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan seluruh jenis BBM. Hanya saja, Pertamina menekankan agar masyarakat dengan ekonomi menengah keatas tidak menggunakan BBM jenis bersubsidi karena akan dapat membebani APBN. “Intinya stok sangat mencukupi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” demikian Yatmika. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here