Hadapi Gugatan CPNS K2 di PTUN, Kejari Dompu akan Buat ‘’Basecamp’’ di Mataram

Jpeg

Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 120 dari 134 orang CPNS K2 yang dibatalkan pengangkatannya sebagai CPNS di lingkup pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu resmi mendaftarkan gugatannya di PTUN Mataram. Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu sebagai jaksa pengacara negara Dompu akan mengerahkan delapan jaksanya untuk menghadapi gugatan dan akan membuat basecamp di Mataram.

Kasi Datun Kejari Dompu, Zulkarnaen, SH kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat, 10 Maret 2017 mengungkapkan, jumlah gugatan di PTUN Mataram yang ditangani pihaknya menjadi terbanyak dalam sejarah. Akibat banyaknya gugatan, sebagai pengacara negara yang dimintai bantuan oleh pemda Dompu, mau tidak mau pihaknya melibatkan delapan orang jaksa yang ada di Kejari Dompu diikut sertakan semua dalam menghadapi gugatan dari para CPNS K2 ini. “Senin sampai Jumat, nanti diisi oleh sidang semua,” katanya.

Iklan

Karena pelaksanaan sidang yang tidak henti dalam sepekan, Zulkarnaen mengatakan, pihaknya akan membuka kantor sementara di Mataram. Sehingga koordinasi dalam pelaksanaan sidang bisa lebih efektif. “Kalau kita pulang pergi, nanti habis biaya dan waktu. Makanya akan dibuka langsung basecamp di Mataram,” ungkapnya.

Kendati demikian, Zulkarnaen mengatakan, akan diatur jadwalnya. Sehingga tidak semua jaksa akan terus ada di Mataram dalam sepekan. Apalagi pihaknya juga harus menangani perkara lain yang dilimpahkan Kepolisian (pidana umum), perkara yang ditangani sendiri oleh kejaksaan (pidana khusus) yang masih tahap penyelidikan dan penyidikan, maupun perkara yang masih dalam tahap pengumpulan bahan data dan keterangan di Intel. “Kalau berbicara terganggu, pasti. Karena jumlah jaksa kita sangat – sangat terbatas, apalagi gugatannya sampai 120 orang. Jadi kami harus bisa mengatur jadwal agar kegiatan lain bisa tetap jalan,” ungkapnya.

Namun Zulkarnaen mengaku, dari 120 orang yang memperkarakan pembatalan SK CPNS baru sebagian yang memasuki pengajuan gugatan. Sisanya masih dalam tahap sidang persiapan, sehingga hanya dihadapi pengacara daerah. “Kalau sidang persiapan bisa juga kita ikut, tapi karena banyak dokumen yang disiapkan, kita hadir saat memasuki gugatan,” terangnya.

Sementara Kasi Pidsus Kejari Dompu, Deddy Diliyanto, SH yang ikut menjadi tim jaksa pengacara negara gugatan CPNS K2, mengatakan, karena keterbatasan jaksa yang dimiliki semua jaksa di Kejari Dompu masuk dalam tim. Pihaknya pun cukup kewalahan, karena perkara yang sedang ditangani juga banyak. “Kalau yang sedang sidang tinggal kasus Desa Rababaka. Senin besok ini akan diputus. Kalau kasus bantuan kelompok sapi dengan tersangka mantan pegawai Pos Dompu dalam bulan ini juga akan dilimpahkan ke persidangan,” terangnya. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here