Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Antisipasi Dampak Terburuk

Peninjauan simulasi dapur umum oleh Wali Kota Mataram di Kelurahan Bintaro, Senin, 23 November 2020. Simulasi tersebut untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu belakangan, yang dikhawatirkan meningkatkan potensi bencana khususnya di kawasan pesisir.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram melaksanakan simulasi pelayanan dapur umum di hunian sementara (huntara) Pondok Pelangi, Kelurahan Bintaro, Ampenan. Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan penanggulangan dampak bencana dari cuaca eksterm yang terjadi beberapa waktu belakangan di Kota Mataram.

“Memang setiap tahun Kota Mataram ini menghadapi (cuaca ekstrem). Khususnya di 9 kilometer (pesisir) pantai kita ini. Di tempat lain juga cuaca ekstrem berupa angin dan hujan lebat yang menimbulkan beberapa kerusakan rumah. Sebagai langkah antisipasi, kalau bencana itu terjadi kita sudah siap,” ujar Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh, Senin, 23 November 2020. Diterangkan, simulasi tersebut merupakan tindak lanjut dari apel siaga bencana yang digelar 16 November lalu.

Iklan

Simulasi yang dilakukan melibatkan seluruh stakeholder terkait. Antara lain Dinas Sosial Kota Mataram sebagai penyelenggara utama program, kemudian didukung oleh Dinas Peruamahan dan Permukiman (Perkim) Kota Mataram, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, serta pihak lainnya seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Mataram.

Menurut Ahyar, untuk berhadapan dengan cuaca ekstrem setiap tahunnya persiapan harus terus dilakukan dan diperbarui. Dicontohkan seperti penyiapan truk yang dialihfungsikan sebagai dapur darurat untuk mempermudah mobilisasi petugas dari lokasi kebencanaan yang satu ke lokasi yang lain. Dimulainya simulasi dari daerah pesisir sendiri mempertimbangkan daerah dengan dampak perubahan cuaca yang paling riskan.

“Sampai awal tahun daerah pesisir kita ini (diprediksi) mengalami musibah akibat cuaca yang sangat ekstrem. Ombak diperkirakan tinggi seminggu sampai dua minggu kedepan. Nelayan kita tidak bisa melaut. Karena itu warga kita yang di pinggir ini butuh diperhatikan,” jelasnya. Dengan kondisi tersebut, berbagai upaya dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik dari alat operasional penanganan bencana sampai dengan dapur umum untuk mempersiapakan kondisi terburuk sekalipun. “Kita juga sudah membuat pos-pos siaga bencana, dan pos-pos itu tidak boleh dikosongkan,” sambungnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Baiq Asnayati, menerangkan sebagai langkah antisipasi bencana pihaknya telah menerjunkan 60 orang petugas dari Satgas Dinas Sosial dan Tagana. Seluruh petugas tersebut dipersiapkan untuk terlibat aktif selama bencana alam yang terjadi di Kota Mataram.

“Dari Tagana ada sekitar 40 orang, dan Satgas kita ada 20 orang. Posko kita sudah siapkan di beberapa titik, seperti di Mapak dan Bintaro,” ujar Asnayati. Menurutnya, seluruh petugas yang bersiap di posko bencana tersebut akan melakukan pengawasan 24 jam terkait dampak dan potensi bencana yang mungkin terjadi di Kota Mataram, sehingga penanganan cepat dapat dilakukan.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Mataram, Mahfuddin Noor, menerangkan berdasarkan hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang diterimanya Kota Mataram masih akan diterjang hujan lebat disertai angin kencang hingga sepekan kedepan. “Itu hujannya bisa disertai petir juga. Satu minggu ke depan ini perkiraannnya terjadi jam 14.00 sampai 17.00 Wita, jadi siang sampai sore,” ujarnya, Senin, 23 November 2020.

Puncak bencana hidrometeorologi sendiri diperkirakan terjadi Desember mendatang. Antara lain potensi bencana seperti angin kencang, banjir, puting beliung, longsor dan lain-lain. “Kalau untuk gelombang laut keadannya sekarang masih landai. Hanya tiga minggu yang lalu sempat pasang, tapi kita siaga memberikan peringatan (ke masyarakat pesisir terkait) cuaca ekstrem kalau ada potensinya,” jelasnya.

Langkah antisipasi bencana sendiri telah dimulai sejak 16 November lalu, ditandai dengan apel siaga bencana di Taman Sangkareang Mataram. “Semua OPD yang memiliki satgas telah kita aktifasi di satu posko terpadu untuk siaga bencana. Termasuk kawasan pesisir menjadi yang kita atensi untuk patroli,” tandas Mahfuddin. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional