Habiskan Anggaran Besar, Dewan Kritisi Peningkatan Keparahan Kemiskinan di Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) yang tergabung dalam Pansus Raperda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ )mengkritisi keparahan kemiskinan di Lobar semakin meningkat. Bahkan kedalaman kemiskinan dari data BPS naik dari posisi 3,11 menjadi 3,4 persen. Di samping itu, keparahan kemiskinan juga meningkat dari 0,80 menjadi 0.90. Sementara fiskal APBD yang dihabiskan untuk penanggulangan kemiskinan terus meningkat tiap tahunnya.

Hal ini mengemuka pada rapat antara eksekutif dengan Pansus LKPJ di Ruang Sidang DPRD Lobar, Rabu, 28 Maret 2018. Hadir pada kesempatan ini Kepala Dinas Sosial Lobar Hj. Made Ambarwati, Kepala Bapenda Lobar Hj. Lale prayatni, Kepala Dinas PUPR I Made Arthadana, Sekretaris Bappeda Sri Muryaningsih serta Kepala BPS Lobar.

Iklan

Menurut Ketua Pansus Raperda LKPJ Indra Jaya Usman, dari data yang disampaikan BPS ada semacam paradoks di mana tiap tahun APBD dan PAD mengalami peningkatan untuk alokasi anggaran kemiskinan. “Tapi di satu sisi ada peningkatan jumlah orang miskin, kedalaman dan keparahan kemiskinan meningkat. Oleh pansus ini dilihat sebagai paradoks. Semestinya logika nya dengan peningkatan anggaran berjalan linier dengan penurunan kemiskinan,” kritiknya.

Pihaknya pun mempertanyakan program yang dilaksanakan Bappeda terkait sistem perencanaan, misalnya pada sektor pariwisata terdapat peningkatan ratusan ribu orang jumlah kunjungan. Menurutnya orang yang berkunjung ini tentu tidak mungkin tidak belanja, sehingga ada peningkatan ekonomi. Namun kenyataannya, tidak berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Buktinya ada peningkatan warga miskin sampai 229 orang. Bahkan kedalaman dan keparahan kemiskinan justru meningkat dari tahun 2016 ke 2017.

Untuk itu, pihaknya mempertanyakan kemana arah peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ini. Jangan-jangan peningkatan wisatawan ini hanya menguntungkan pemodal besar, artinya transaksi keuangan berkisar pada korparasi besar seperti hotel berbintang. Karena faktanya melihat realisasi investasi PMDN dan PMA begitu tinggi terlihat di pariwisata. “Jangan-jangan banyak uang masuk ke sini (Lobar, red), namun diambil dan dibawa lagi ke luar daerah atau luar negeri. Karena faktanya peningkatan investasi tinggi namun tak berdampak besar,” tegasnya.

Di sinilah Pemda perlu merencanakan kebijakan pariwisata yang lebih banyak dinikmati masyarakat, jangan sampai Lobar sebagai terminal bagi wisatawan, namun transaksi dengan hotel sehingga tidak berefek ke masyarakat. Menurutnya tidak perlu bangga dengan peningkatan kunjungan pariwisata tetapi tidak berefek ke masyarakat.

Menjawab ini, Sekretaris Bappeda Lobar Hj. Sri Muryaningsih mengakui kemiskinan menurun, namun penurunannya lambat dan rendah. Pihaknya sudah koordinasi dengan TNP2K dan banyak anggaran yang digelontorkan untuk penanganan kemiskinan. “Kami disarankan oleh pihak TNP2K untuk menganalisis APBD, apa yang salah terhadap anggaran kemiskiknan. Anggaran yang dialokasi besar namun kok penurunan kemiskinan rendah,” ujarnya.

Meski demikian, ujarnya, upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Bappeda dan OPD terus melakukan intervensi melalui program kegiatan yang buat secara detail ke semua OPD. Pada saat intervensi ini OPD dipastikan harus memperhatikan dan mengacu data by name by address. Data ini diakui dengan segala kekurangan seperti diakui TNP2K, masih ada kekurangan. Namun demikian data ini terus dilakukan penyempurnaan. Pihaknya meminta agar OPD memperhatikan masyarakat yang ada di desil 1 dan 2 yang betul-betul miskin. “Untuk penanganan masyarakat yang ada di kerak kemiskinan kita kerjasama dengan provinsi, namun masih perencanaan,”tegasnya.

Untuk intervensi penanganan masyarakat yang ada di kerak kemiskinan, tidak bisa dengan kegiatan biasa-biasa saja sebab masyarakat di kerak kemiskinan ini banyak yang tidak produktif, artinya tidak bisa bekerja karena sudah usia lanjut. (her)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional