H. Amang Mulia Raih Penghargaan Asprov PSSI NTB

Ketua Umum SSB Fatahillah 354 NTB, H. M. Ramadhani (kiri) menerima penghargaan Asprov PSSI NTB dari Eksekutif Komite PSSI, Haruna Soemitro di KLB Asprov PSSI NTB di Novotel Kute, Lombok Tengah (Loteng) belum lama ini.(Suara NTB/fan)

Mataram (Suara NTB) – Pendiri (owner) Sekolah Sepak Bola (SSB) Fatahillah 354 NTB, H. Amang Mulia (almarhum) mendapat perhatian khusus dari pengurus sepak bola NTB maupun pengurus pusat. Pihak Asprov PSSI NTB memberikan penghargaan kepada pendiri sekolah sepak bola Fatahillah 354 atas dedikasinya yang besar terhadap pembangunan sepak bola di NTB hingga level nasional.

Penghargaan untuk H. Amang Mulia diterima oleh Ketua Umum SSB Fatahillah 354 NTB, H. M. Ramadhani, diserahkan langsung oleh Eksekutif Komite PSSI, Haruna Soemitro di Acara Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI NTB, di Novotel  Kute Mandalika Lombok Tengah (Loteng) belum lama ini.

Iklan

Haruna Soemitro mengatakan penghargaan tersebut layak diberikan  Asprov PSSI NTB kepada H. Amang Mulia. Pasalnya,  semasa hidupnya pendiri sepak bola Fatahillah 354  NTB tersebut telah banyak berkontribusi busi untuk kemajuan dunia sepak bola, baik di level NTB hingga level nasional. “Penghargaan diberikan  atas dedikasi Pak Amang (almarhum) di sepakbola,” ucapnya.

Di tempat terpisah, H. M. Ramadhani menjelaskan bahwa pria Kelahiran Pare-Pare, 17 Februari 1948 yang merupakan mertuanya itu telah menutup usia tanggal 17 November 2020. Semasa hidup  Amang Mulia kata Ramadhani sudah  banyak memberikan kontribusi untuk  pembangunan prestasi sepak bola di tanah air, khususnya di NTB.

Dalam hal ini sebelum mendirikan SSB Fatahillah 354 NTB, Amang lebih dulu berkecimpung di organisasi olahraga di Jawa Timur.  Mulai tahun 1987 Amang telah menjadi Ketua Komisi Banding Persebaya Surabaya dan Manajer tim Suratin Surabaya. Hingga menjadi Ketua Komisi Hukum Asprov PSSI.

Kiprah Amang di sepak bola tidak saja sebagai pendiri sekolah sepak bola, namun semasa hidupnya Amang dinilai telah berhasil mendidik dan membentuk generasi  sepak bola yang bertakwa dan disiplin.  Lewat SSB yang dibentuknya Amang telah melahirkan sejumlah atlet sepak bola terbaik nasional, sebut saja, Guntung Giting, Budi Sudarsono,  M Taufik dan puluhan pemain yang berkiprah di level nasional.

Selanjutnya, prestasi terbaik tim sepak bola SSB Fatahillah NTB adalah meraih peringkat empat besar nasional di tahun 2019. Bagi Amang sepak bola tidak hanya bertujuan meraih kemenangan  semata namun membina sepak bola memiliki makna perjuangan dan spritual. “Tahun 2019 tim SSB Fatahillah meraih peringkat empat besar nasional,” ucap Ramadhani. (fan)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional