Guru Wajib Divaksin untuk Bisa Mengajar Tatap Muka

H. Rifaid. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Guru diharuskan untuk divaksin dosis lengkap sebagai salah satu syarat bisa mengajar tatap muka di kelas. Syarat telah divaksin ini juga akan dipertegas pada pembayaran kinerja dan honor. Upaya tegas ini untuk mempercepat capaian vaksinasi yang ditargetkan 50 hari kedepan.

Plt Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Drs H. Rifaid, M.Pd kepada Suara NTB, Jumat, 10 September 2021 mengungkapkan, capaian vaksinasi pada kalangan guru untuk PNS sudah di atas 60 persen. Tapi untuk guru non PNS, capaiannya masih sangat minim. Sehingga kebijakan seperti surat edaran sebelumnya akan kembali dipertegas. “Sekarang akan mempertegas lagi, apalagi sudah ada kesepakatan bahwa ASN tidak bisa terima kinerja kalau tidak divaksin,” kata H. Rifaid.

Iklan

Diakui H. Rifaid, ketentuan bagi guru untuk bisa mengajar tatap muka harus divaksin dosis lengkap. “Kalau mereka (guru) tidak masuk, kasihan anak – anak. Itu dilemanya. Tapi sekarang ditargetkan 50 hari kedepan bahwa semua guru PNS maupun non PNS harus divaksin 100 persen,” ungkap H. Rifaid.

Tidak hanya pada guru dan tenaga kependidikan, vaksinasi juga akan dimaksimalkan pada siswa usia 12 tahun ke atas. Para siswa ini ditargetkan 70 persen sudah divaksin. Tapi memang, vaksinasi bagi siswa ini harus dilengkapi dengan surat pernyataan kesediaan orang tua.

H. Rifaid mengaku, pandemi Covid-19 yang membuat aktifitas masyarakat untuk berkumpul dibatasi juga berimbas pada kualitas pendidikan. Kondisi ini tidak hanya di Dompu, tapi merata secara nasional. “Tatap muka wajib kalau mau meningkatkan kualitas (pendidikan). Cuman persoalannya, kita belum bisa tatap muka secara utuh. Walaupun ada di beberapa tempat seperti SMPN 1 Dompu, SDN 1 Dompu itu sudah tatap muka penuh. Tapi itu tidak bisa menggambarkan kualitas pendidikan kabupaten secara keseluruhan,” jelasnya.

Bila guru belum divaksin, kata H. Rifaid, kegiatan pembelajaran tatap muka akan tetap terganggu. Sementara pembelajaran dengan sistem dalam jaringan (Daring) tidak akan efektif. Selain faktor jaringan dan kemampuan orang tua menyiapkan HP android, daya tangkap anak – anak juga sangat terganggu dengan sistem daring.

Untuk pembelajaran pada masa pandemi, H. Rifaid mengakui, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengeluarkan surat ke sekolah. Ada tiga mitedo yang bisa digunakan dengan syarat – syarat tertentu. Yaitu tatap muka terbatas, daring, dan kunjungan guru ke kelompok pembelajaran anak di rumah. Agar lebih efektif, setiap anak harus dilengkapi dengan fasilitas buku mata pelajaran untuk dibaca di rumah. “Masih banyak kekurangan. Belum bisa tercapai 1 (anak) banding 1 (buku),” ungkapnya. (ula)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional