Guru Positif Covid-19, Sekolah Ditutup

SDN 29 Woja yang berada di Desa Bakajaya kecamatan Woja yang ditutup sementara karena salah seorang gurunya terkonfirmasi positif Covid-19, Jumat, 18 Desember 2020.(Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 29 Woja ditutup sementara pasca seorang gurunya dikonfirmasi positif Covid-19. Penutupan KBM ini dilakukan sejak Senin, 14 Desember 2020, sehingga rencana pembagian raport bagi siswa yang dijadwalkan pada Sabtu, 19 Desember 2020 ini ditunda hingga awal semester genap pada 3 Januari 2021.

Sekretaris Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Dompu, Jufri, ST, MSI kepada Suara NTB mengungkapkan, seorang guru di SDN 29 Woja terkonfirmasi positif Covid-19. Oleh sekolah menutup kegiatan di sekolah hingga awal masuk semester genap 2021. “Guru yang positif diisolasi di Wisma Sanggilo,” kata Jufri.

Kepala Bidang Dikdas Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Zainal Afrodi, S.Pd, M.Pd kepada Suara NTB, Jumat, 18 Desember 2020 mengaku belum mendapatkan laporan soal guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga sekolahnya ditutup karena masih berdinas luar daerah. Namun ia meminta waktu untuk mengonfirmasinya. “Saya coba pastikan dulu informasinya,” katanya.

Ia mengungkapkan, memasuki tahun ajaran 2021, Dikpora Kabupaten Dompu, berencana memastikan setiap guru pada satuan pendidikan dasar bebas dari Covid-19. Salah satunya dengan menguji sampel darah dan serum mereka atau rapid tes.

Ia menjelaskan, tes cepat guru satuan pendidikan tersebut dilakukan untuk menekan rantai penularan Covid-19, terutama dalam pelaksanaan KBM secara tatap muka. “Ada memang rencana itu, cuma belum bisa sekarang karena sekolah mulai libur,” terangnya.

Mengingat guru dan siswa besok (hari ini) mulai libur setelah ujian smester, maka rencana tes cepat akan dilakukan sebelum sekolah aktif kembali pada 3 Januari 2021.

Dan untuk kepastian pelaksanaan, lanjut dia, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tingkat kabupaten. “Kemungkinan Januari baru bisa kita lakukan, tapi saya akan koordinasi dulu dengan tim gugus Covid-19,” ujarnya.

Kepala SDN 29 Woja, Haryono, S.Pd yang dihubungi terpisah membenarkan ada gurunya yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isolasi di Wisma Terpijar. Karena positif Covid-19, sehingga pihaknya meniadakan aktivitas di sekolah. “Ia (sekolah ditutup sementara), kebetulan kegiatannya tinggal tunggu bagi rapor saja,” katanya.

Keputusan meniadakan KBM di sekolah, kata Haryono, diputuskan setelah berkonsultasi dengan kepala Puskesmas Dompu Barat. “Maka kami sementara kegiatan di sekolah ditiadakan sampai 3 Januari 2020 (awal semester genap),” terangnya.

Saat ini, lanjut Haryono, guru SDN 29 yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut kini sudah dipulangkan dari tempat isolasi di Sanggilo. Karena ia termasuk orang tampa gejala (OTG) dan hanya diisolasi 10 hari setelah diswab. “Tadi malam sudah diperbolehkan pulang karena sudah dinyatakan sehat,” kata Haryono. (ula/jun)