Guru Ngaji di Lobar Diduga Cabuli Anak Tetangga

Mataram (Suara NTB) – Seorang guru ngaji di Lombok Barat, SR (55) tega mencabuli muridnya. Korbannya yang masih duduk di bangku SMP sampai trauma. Tersangka bakal diancam dengan hukuman penjara 15 tahun lamanya.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad menerangkan bahwa tersangka selain mengancam korban juga mengimingi dengan uang agar korban tidak berteriak saat dicabuli.

Iklan

“Dia pada saat melakukan itu usai mengajar ngaji korban. Tersangka ini tetangga korban, bahkan guru ngajinya,” ujar dia didampingi Kanit PPA, Ipda Eka Dian Pertiwi, Selasa, 7 November 2017.

Korbannya yang berumur 12 tahun baru belajar mengaji tiga minggu sebelum kejadian, Jumat, 3 November 2017 lalu. Niat tersangka muncul saat kelima kawan korban pulang terlebih dulu sekitar pukul 19.30 Wita.

Sementara korban yang rumahnya sekitar 300 meter dari rumah tersangka masih menonton televisi di ruang tamu. Istri tersangka SR ke luar rumah karena ada keperluan. Tinggallah tersangka SR bersama korban berdua di dalam rumah.

Tanpa menunggu lama, tersangka lalu mencabuli korban. Belum sampai lima menit istri tersangka pulang yang membuat tersangka menghentikan perbuatannya.

Tersangka pun mengakui perbuatannya. “Saya coba-coba tapi tetap tidak bisa, memang sudah mati punya saya,” ujar SR menjelaskan kronologis menurut versinya.

Tetapi tetap saja, aksi tersebut membuat korban mengalami luka di sekitar kemaluan berdasarkan hasil visum RS Bhayangkara Mataram.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal 82 juncto pasal 76e UU RI No  35/2014 tentang perubahan atas UU RI No 23/2002 tentang perlindungan anak.

Ancaman hukumannya penjara minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

Sementara untuk penanganan korban, Polres Mataram bekerjasama dengan Dinas Sosial untuk pemulihan pascatrauma. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional