Guru Agama Hindu Harus Cakap Teknologi

Pembukaan kegiatan Pengelolaan Pembelajaran Cakap Teknologi Informasi Guru Pendidikan Agama Hindu. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB, I Wayan Widra menyampaikan bahwa guru sebagai ujung tombak dalam dunia pendidikan. Guru harus kreatif dalam memberikan kecerdasan kepada anak didik secara kognitif, efektif psikomotorik. Demikian dikatakan I Wayan Widra saat membuka kegiatan Pengelolaan Pembelajaran Cakap Teknologi Informasi Guru Pendidikan Agama Hindu yang diikuti 210  peserta dari tingkat SD, SMP dan SMA/ SMK ini beberapa waktu lalu.

Lebih jauh dikatakan I Wayan Widra bahwa saat ini perkembangan teknologi informasi sangat pesat di mana hal ini dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat secara umum baik itu di bidang sosial, ekonomi, politik maupun pendidikan. Pendidikan menjadi salah satu bidang yang menjadi sorotan pemerintah untuk menghasilkan generasi muda yang cerdas dan siap bersaing, dimana sangat dibutuhkan adanya suatu kemajuan proses pembelajaran yang dapat membantu memajukan sistem pendidikan.

Iklan

Salah satunya adalah dengan menerapkan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Agama Hindu merupakan salah satu agama yang ada di Indonesia memerlukan cara untuk menerapkan sistem pembelajaran dengan teknologi dalam penyampaian ajaran agamanya. Salah satu media teknologi pembelajaran yang paling banyak dipergunakan di kalangan masyarakat secara umum adalah teknologi android, dimana media ini diharapkan dapat memberikan simulasi dalam pembelajaran Hindu agar lebih memahami dan mendalami tentang ajaran-ajaran yang telah diberikan kepada siswa.

Lebih jauh I Wayan Widra melanjutkan bahwa terlebih lagi di saat pandemic Covid saat ini para guru Agama Hindu diharapkan dapat mendidik anak didiknya dalam kondisi yang berubah  ini melalui daring zoom meeting. Oleh karenanya betapa pentingnya manfaat teknologi berbasis android dalam pembelajaran Hindu di saat pandemi Covid saat ini, tandasnya.

Ditambahkan I Wayan Widra,  dengan adanya sistem pembelajaran yang baik dan inovatif akan menghasilkan generasi muda yang berkualitas dan siap bersaing. Berbagai macam cara digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran saat ini, salah satunya adalah dengan menggunakan suatu media pembelajaran berbasis teknologi informasi, dimana  proses belajar mengajar akan menjadi lebih menyenangkan dan bervariasi. Pondasi dari tingkah laku dan perilaku generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat adalah ajaran agama, dimana semua agama mengajarkan bagaimana seseorang untuk percaya akan adanya Tuhan sehingga dalam kehidupannya akan selalu melakukan perbuatan yang baik.

Pembelajaran Agama Hindu diajarkan kepada generasi muda melalui pendidikan sekolah agar siswa-siswi dapat memahami lebih mendalami ajaran agama Hindu melalui pendidikan formal dengan memberikan contoh positif dalam berperilaku sesuai dengan ajarannya. Dalam pembelajaran Hindu perlu suatu perubahan sistem dalam proses belajar mengajar agar tidak monoton sehingga siswa-siswi dapat lebih memahami pengetahuan yang diajarkan tersebut.

Salah satu inovasi yang digunakan adalah dengan media teknologi informasi berbasis android. Teknologi android menjadi salah satu teknologi komunikasi yang sangat pesat perkembangannya dimana semua penggunanya baik tua maupun muda sudah menggunakan teknologi tersebut. Android menjadi teknologi yang paling digemari, hal ini disebabkan karena mudah digunakan dan dapat mengakses apa saja dimana saja dan kapan saja

Lebih jauh I Wayan Widra mengatakan jika dimata anak didik, guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru, artinya orang yang dipercaya dan diikuti, bukan hanya bertanggung jawab mengajar mata pelajaran yang menjadi tugasnya. Melainkan lebih dari itu juga mendidik moral, etika, integritas, dan pembentukan watak anak. Perilaku guru menjadi tauladan bagi anak didiknya. Slogan guru digugu dan ditiru ini memiliki makna yang dalam bagi kehidupan seorang guru. Landasan falsafah dibalik slogan ini adalah bahwa sosok seorang guru dapat dipercaya dan ditiru. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam berbagai kegiatan kehidupan, masyarakat berharap guru sebagai tauladan, ketika di sekolah guru menjadi panutan bagi siswanya.

Selanjutnya, I Wayan Widra juga mengatakan mendayagunakan teknologi komunikasi dan informasi di sekolah adalah salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Berbagai penelitian baik di dalam maupun di luar negeri menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan ajar yang dikemas dalam bentuk media berbasis IT dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan Hindu yang merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari pendidikan secara umum  dapat mengambil manfaat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Fitur-fitur teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis jaringan internet dapat dimanfaatkan untuk mengakses semua informasi yang berkaitan dengan ajaran agama Hindu.

terlebih sejak pandemi Covid 19 mewabah diseluruh dunia, perilaku hidup  masyarakat menjadi berubah. Termasuk Proses Belajar Mengajar di sekolah. Sebelumnya belajar sepenuhnya di sekolah, tatap muka  langsung siswa dan guru. Sejak Covid 19 ditetapkan sebagai wabah nasional, maka perilaku, sistem belajar – mengajar menjadi berubah. Tidak lagi luring ,tapi daring . Siswa ,guru tidak setiap hari datang ke sekolah, tatap muka  langsung, namun sebagian besar berlangsung secara daring. Pembelajaran Daring membutuhkan methode belajar yang disebut Blend Learning ,yakni belajar melalui konten dan petunjuk yang disampaikan secara daring dengan kendali mandiri terhadap waktu, tempat, urutan , maupun kecepatan belajar.

Kasi Pendidikan Agama Hindu pada Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Desak Ayu Witari Dewi, menyampaikam dibutuhkan penyesuaian  pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Dituntut adanya kemampuan untuk memberikan kemampuan berpikir dari tingkat rendah menjadi kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dan proses pembelajaran daring ini ditambahkan Desak untuk meningkatkan kemampuan IT. Peran Teknologi Informasi dan Kominikasi (TIK) dalam bidang pendidikan sangat tidak mungkin untuk dihindari.

Dalam dunia pendidikan teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari TIK sering dijumpai sebagai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet, video pebelajaran, video animasi dan lain-lain. Oleh karenanya diharapkan melalui kegiatan Pengelolaan Pembelajaran Cakap Tekhnologi Informasi Teknologi ini para guru  mampu melaksanakan tugas pembelajaran daring. Perubahan prilaku belajar seperti ini membutuhkan selain sumber daya bertambah seperti kuota internet, juga kemampuan mengetahui,  memahami dan  menggunakan perangkat Teknologi Informasi. (dys)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional