Gunung Sangeang Bergejolak, BPBD Imbau Masyarakat Waspada

Mataram (suarantb.com) – Terkait aktivitas Gunung Sangeang Api Kabupaten Bima, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Mohammad Rum meminta masyarakat untuk waspada. “Yang jelas masyarakat kita minta untuk waspada, diminta menjauh, jangan mendekati kawasan tersebut,” ujarnya, Senin, 8 Mei 2017.

Rum menambahkan BMKG juga telah mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Sangeang Api. Daerah sekitar lembah sungai yang berhulu dari puncak gunung juga harus dihindari. Karena potensi ancaman bahaya aliran lahar yang mungkin terjadi pada saat hujan.

Iklan

Saat ini, BPBD NTB masih menunggu keterangan lebih lanjut terkait kondisi terkini di sekitar Gunung Sangeang Api. Baru kemudian diputuskan apakah petugas perlu diterjunkan ke lokasi atau tidak.

Terkait potensi ancaman kesehatan bagi masyarakat sekitar melihat fakta status waspada dari gunung ini, Rum menyatakan masyarakat bisa menggunakan masker untuk pencegahan jika timbul abu vulkanik.

“Masyarakat pakai maskerlah untuk pencegahan. Kalau kondisinya signifikan petugas setempat wajib membagikan masker untuk masyarakat sebagai pencegahan,” katanya.

Pantauan terkini Kementerian ESDM Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Motigasi Bencana Geologi (PVMBG), Pos Pengamatan Gunung Api Sangeang Api Minggu kemarin, 7 Mei 2017 menyimpulkan Gunung Sangeang Api berstatus waspada.

Dalam rilis yang diterima suarantb.com, selaku penyusun laporan Ade Yasser Akhmad Purwata menjelaskan Sangeang Api berada pada Level II (waspada). Tetapi dari segi visual asap kawah tidak teramati.

Terjadi enam kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-5 milimeter dan lama gempa 7-35 detik. Disertai gempa tremor harmonik sebanyak satu kali dengan amplitudo 9 milimeter dan durasi 134 detik.

“Gempa tektonik jauh juga terekam di seismograf terjadi sebanyak dua kali dengan amplitudo 11-60 milimeter berdurasi 65-120 detik,” paparnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here