Gunung Nanggi, Sarana Latihan Sebelum Mendaki Rinjani

Selong (Suara NTB) – Gunung Nanggi merupakan sarana latihan mendaki sebelum menjajaki pendakian menuju Gunung Rinjani. Gunung yang terletak di seberang timur gunung berapi di pulau Lombok ini termasuk dalam kategori medium tracking.

Pendakian ke gunung ini dikategorikan medium tracking ­(pendakian sedang), lantaran berada hampir setingkat di bawah Gunung Rinjani yang termasuk hard tracking (pendakian berat). Meski jalurnya disebut – sebut begitu ekstrem, tetapi tetap saja pendakian ke gunung ini tidak mampu menandingi rintangan mendaki Rinjani. Selain karena jarak dan waktu tempuh, mendaki Gunung Rinjani juga cukup menguras energi.

Iklan

Di kawasan Sembalum, sedikitnya terdapat tiga sarana latihan mendaki yang cukup menantang. Ketiganya antara lain, Bukit Pergasingan dengan ketinggian mencapai sekitar 1720 mdpl, kemudian Bukit Anak Dara dengan titik puncak sekitar 1800 mdpl serta Gunung Nanggi dengan ketinggian sekitar 2300 mdpl. Ketiga kawasan wisata alam ini cocok menjadi sarana latihan bagi pendaki pemula sebelum mencoba menaklukkan gunung berketinggian 3672 mdpl tersebut.

“Menurut kami ini adalah sarana latihan mendaki yang tepat sebelum mencoba pendakian ke Rinjani. Meski medannya sedikit berat dan tergolong ekstrem, tetapi jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Kemah di gunung ini cukup sehari, tidak seperti ke Gunung Rinjani yang butuh waktu lama,” kata Safwan Koordinator Perkumpulan Pemuda Sembalun Bumbung Sabda Alam beberapa waktu lalu.

2-(2)

Hutan bambu adalah destinasi pertama yang memanjakan pandangan wisatawan ketika hendak mendaki Gunung Nanggi.

Biaya pendakian ke gunung ini juga dirasa tidak terlalu mahal. Pendaki cukup membayar tiket masuk senilai Rp 10.000 per orang. Para pendaki diwajibkan menyewa leader sebagai pendamping demi kewaspadaan terhadap keamanan dan kenyamanan. Seorang leader biasanya menangani maksimal 10 orang pendaki untuk dituntun menuju puncak.

Tour Guide Tracking kami istilahkan sebagai Leader. Satu leader kita patok harus menarik sewa maksimal Rp 150.000 /12 jam. Jika lebih dari itu, pengelola siap memberi sanksi berupa skorsing sebagai tindakan tegas,” lanjutnya.

Sampai di tempat perkemahan, leader ini bertanggung jawab atas keselamatan para pendaki. Termasuk, jika sampai ada pendaki yang hilang atau tersesat. Para leader disiapkan dari kalangan pemuda dikawasan setempat untuk menjadi tenaga yang siap diandalkan. “Mereka harus melayani tamu atau pendaki dengan baik sehingga berkesan bagi wisatawan,” tandasnya.

Parkir 24 Jam

Rata – rata seluruh masyarakat Desa Sembalun sudah sadar tentang aspek keamanan dan kenyamanan pariwisata. Hampir seluruh rumah warga di kawasan setempat bisa menjadi sarana parkir selama 24 jam. Jadi, wisatawan tidak perlu ragu – ragu jika hendak menitipkan kendaraan selagi mau mendaki. Soal keamanan, warga setempat telah menjamin dan mereka siap berjaga selama 24 Jam.

“Disini parkir dijamin aman, bahkan setiap warga disini bersedia menyiapkan lahan parkir meskipun hanya sedehana. Ya cukup parkir di halaman rumah mereka dan biayanya saya rasa tidak mahal kalau hanya Rp 10.000 per 24 jam,” tandasnya. (met)