Gunung Agung Berstatus Awas, Ratusan Warga Eksodus ke Lombok

Giri Menang (suara NTB) – Ratusan warga Karangasem Bali mengungsi ke Lombok, menyusul ditetapkannya status Gunung Agung menjadi level IV atau awas. Ratusan warga ini eksodus ke sejumlah daerah di Lombok melalui pelabuhan penyeberangan Padangbai-Lembar, Lombok Barat. Kedatangan pengungsi ini mulai terlihat sejak Sabtu pagi, rata-rata mereka menggunakan kendaraan dan berjalan kaki.

Pantauan koran ini akhir pekan kemarin, pengungsi mulai tiba di pelabuhan Lembar sejak Minggu pagi sekitar pukul 09.00-10.00 Wita. Mereka menaiki kapal portlink dan kapal lain yang menyeberang dari Padangbai-Lembar.

Iklan

Kedatangan mereka secara bertahap, karena mereka antre di pelabuhan Padangbai menunggu pemberangkatan.  Hingga sore hari, penumpang dari pengungsi pun masih berdatangan. Para penumpang terlihat membawa barang bawaan berupa tas berukuran besar dan barang kebutuhan.

Menurut petugas Samsat Provinsi NTB Mustamin dan Gozali yang standby di pelabuhan Lembar, kedatangan pengungsi dari Bali melaui pelabuhan Lembar sudah terjadi sekitar pukul 09.00 wita. Saat itu, jumlah pengungsi yang tiba mencapai 80 orang mengendarai puluhan kendaraan bermotor dan satu mobil.

Setelah itu, para pengungsi tiba di pelabuhan Lembar secara bertahap. “Jumlahnya ada ratusan orang sudah tiba di pelabuhan Lembar, ada yang menaiki kendaraan (mobil dan kendaraan bermotor), ada juga yang jalan kaki,”terangnya.

Pihaknya sendiri bersiaga di pelabuhan untuk mencatat kendaraan luar daerah yang masuk melalui pelabuhan Lembar. Pihaknya mencatat ada puluhan kendaraan dari bali yang masuk melalui pelabuhan Lembar, rata-rata pengendaranya mengaku mengungsi ke Lombok sementara waktu sehingga mereka dilepas saja tidak dicatat.

Para pengungsi, jelasnya, rata-rata satu keluarga, ada yang tua, muda hingga anak-anak. Pengungsi yang menggunakan kendaraan bermotor bergoncengan, sedangkan yang berjalan kaki ada yang dijemput sanak keluarganya ke pelabuhan Lembar.

Para pengungsi jelasnya membawa tas besar, berisi pakaian dan kebutuhan sehari-hari.  Kemungkinan katanya arus penumpang dari Bali akan terus berdatangan karena status gunung Agung bali sudah level awas. Ditemui saat tiba di pelabuhan Lembar, pengungsi asal Karang Asem Bali Cokorda Istri menuturkan bahwa ia mengungsi ke Lombok karena di Bali sudah terjadi hujan batu didekat wilayah Gunung Agung.

“Semua keluarga saya mengungsi, ada yang ke Gianyar, Denpasar. Saya sendiri ke Lombok karena ada anak saya disini,”terang Cokorda. Ia mengaku, semua keluarganya telah mengungsi ke sejumlah daerah di Bali. ia sendiri memilih mengungsi ke lombok karena ada anaknya.

Hal senada diakui, Sahidi warga Karang Asem. Ia mengungsi karena kondisi di Bali mulai berbahaya karena gunung Agung akan meletus.  Ia mengaku semua keluarganya diajak mengungsi. Ia berangkat dari Bali sekitar pukul 06.00 pagi, namun karena kondisi antrean di padangbai yang padat sehingga keberangkatan agak terlambat. Di pelabuhan Padabai jelasnya banyak warga yang mengungsi antre menunggu keberangkatan.

“Banyak pengungsi yang antre disana,”tuturnya.  Ia sendiri sementara waktu akan ke rumah keluarnganya di Pemenang KLU, sembari menunggu kondisi normal di Bali.

Pengungsi lain bernama Samsuri mengaku, keluarganya mulai mengungsi sejak Jumat malam pukul 20.00 wita. Namun karena kondisi arus tranportasi dari Karang Asem-Padang bai mengalami kemacetan parah, menyebabkan perjalanan dari Karang Asem- Padangbai butuh waktu lima jam. Warga mengungsi setelah ada imbauan dari pemda setempat, karena status gunung agung sudah masuk level 4 (status awas).

“Kami mengungsi ke Lombok biar aman, ada keluarga di Kami di Pemenang KLU,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terkait arus kedatangan pengungsi dari Bali melalui Lembar, petugas supervisi pelabuhan Lembar Windra Sulistyo mengaku belum mengetahui data pasti. Ia sendiri meminta agar awak media mengkonfirmasi Meneger Operasi terkait data kedatangan pengungsi. “Belum sejauh ini, tapi kalau soal pernyataan di media sebaiknya tunggu pak meneger operasi saja,”katanya dihadapan awak media. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional