Gundul, Gubernur Soroti Hutan Mekaki

GUNDUL - Kawasan hutan di perbukitan kawasan Mekaki yang gundul disebabkan pembakaran kawasan oleh warga. Perlu ada solusi yang jelas, agar kawasan ini kembali hijau. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kawasan wisata Mekaki yang terletak Dusun Rambut Petung Desa Pelangan Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar) memiliki keindahan alam pantai yang masih perawan. Garis pantai dengan pasir putih yang mengitari pesisir pantai memikat para tamu datang baik dari dalam dan luar negeri. Tak heran jika kawasan ini menjadi aset berharga Lobar untuk pengembangan pariwisata Lobar di masa mendatang.

Tapi sayang keindahan pantai yang dimiliki kawasan ini belum digarap maksimal. Meskipun beberapa kali groundbreaking, mulai di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Joko Widodo  kawasan ini belum juga digarap maksimal. Investor yang memperoleh izin tak kunjung mengembangkan kawasan ini. Kini kondisi hutan di sekitar kawasan Mekaki gundul, sehingga mengundang sorotan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah.

Iklan

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah ditemui di sela-sela menghadiri Mekaki Marathon, Minggu,  28 Oktober 2018 mengaku, kawasan Mekaki cukup indah, akan tetapi tidak ditunjang kawasan hutan yang asri dan hijau. “Bayangkan kalau di kawasan ini rumput hijau, hutan asri hijau tidak gundul begitu kawasan ini to be interested,” jelasnya.

Dr Zul — sapaan akrab gubernur ini mengatakan, terkait kondisi kawasan wisata gundul, menurutnya tidak hanya di Mekaki, namun kawasan wisata lain. Hal ini disebabkan masyarakat harus berkelahi dengan kehidupan, sehingga Pemda tidak melarang. Untuk itu, pemda perlu menyiapkan alternatif usaha lain agar tidak menggunduli hutan dengan adanya aktivitas ekonomi yang berkelanjutan bukan hanya sekali setahun, sehingga ekonomi masyarakat menjadi hidup. “Kami akan terus dorong kegiatan dan program untuk menyentuh ini,”kata Gubernur NTB ini.

Menyoal mangkraknya pengembangan kawasan ini, pihaknya akan berupaya mendorong investor. Menurutnya, investor juga tidak dipaksa-paksa sebab mereka memperhitungkan untung rugi. Akan tetapi di sinilah peran pemerintah terus mendorong investor.

Munah, warga setempat mengatakan upaya Pemda Lobar untuk membangkitkan kawasan wisata selatan melalui event Mekaki Marathon sepertinya kurang manjur untuk memberi daya dorong kepada investor untuk mengembangkan kawasan ini. Bahkan melalui even ini mampu memberi efek kepada pemerintah pusat untuk membangun fasilitas umum seperti jaringan listrik, akses jalan namun tak juga membuat investor bergerak mulai membangun.

Pelaku wisata asal Sekotong Abdul Majid mengatakan, event Mekaki Marathon ini diharapkan menjadi ikon untuk mampu mendongkrak pengembangan wisata terutama dari sisi infrastruktur. Ia melihat sejauh ini belum melihat upaya signifikan dibangunnya infrastruktur di Mekaki. Jika infrastruktur ini dibangun, maka mampu mendorong destinasi wisata di wilayah ini.

Menyoal kondisi pengembangan wisata yang mangkrak, ia berharap agar Pemda berupaya masif untuk mendorong investor segera membangun. “Kita juga selaku masyakarat dan semua pihak menciptakan kondisi keamanan sehingga investor segera mengembangkan kawasan Mekaki ini,” ujarnya.

Kadis pariwisata Ispan Junaidi mengakui kondisi pengembangan Mekaki yang lama mangkrak sudah disampaikan kepada gubernur dan bupati, pihak provinsi dan pemkab akan mengambil sikap terkait persoalan ini. Terkait kondisi hutan di kawasan hutan yang gundul, diakui hal ini menyangkut perilaku masyarakat. Biasanya pada musim kemarau panjang ini warga membakar lahan untuk ditanami. Hal ini jelasnya sulit juga diberi pemahaman, sehingga perlu peranan semua pihak menyadarkan warga. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here