Gugatan Arbitrase, Penyelidikan Dermaga Senggigi Tetap Lanjut

I Gusti Putu Gede Ekawana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB enggan mundur menyelidiki dugaan penyimpangan proyek Dermaga Senggigi yang tidak selesai dikerjakan tahun 2019 lalu. Penyidik Subdit III Tipikor sudah turun cek lapangan. Meski demikian belum sampai melangkah ke klarifikasi saksi-saksi.

“Saya belum terima hasil analisa dari tim yang turun ke lapangan. Nanti saya cek lagi,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, Jumat, 28 Februari 2020 kemarin.

Iklan

Tim sudah turun ke lapangan mengecek kondisi proyek. Hasil analisa penyelidik belum disampaikan. ”Saya belum terima hasil analisa mereka yang turun ke lapangan. Nanti saya minta ke tim,” jelasnya. Proyek yang menelan anggaran Rp8,74 miliar itu ditutup kontraknya. Kontraktor pelaksana CV Cipta Anugerah Pratama gagal menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Bahkan dengan deviasi yang minus.

“Sejak putus kontraknya kita sudah bisa mulai masuk. Kalau proyek yang masih berjalan kan kita harus tunggu selesai dulu. Kalau yang ini bisa,” terangnya. Proyek tersebut sebelumnya didampingi Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Kendati demikian proyek tersebut mengalami deviasi cukup tinggi. TP4D merekomendasikan untuk putus kontrak. Proyek tersebut dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Perhubungan Lombok Barat tahun 2019. Jumlahnya Rp 8,74 miliar. CV Cipta Anugerah Pratama memenangkan tender dengan penawaran Rp 8,3 miliar.

Pengerjaan proyek molor sampai batas akhir waktu kontrak. Progresnya hanya sampai 60 persen. Belakangan, kontraktor tersebut mengklaim progresnya sudah 70 persen. Sengketa itu berlanjut. Kontraktor menggugat PPK ke Badan Arbitrase.

Eka menjelaskan, gugatan itu tak memengaruhi penyelidikan yang sudah dimulainya. ”Kita tetap jalan. Tidak mungkin kita tunggu proses perdatanya selesai,” tandasnya. (why)