Gudang Alsintan Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp750 Juta

Nampak gudang Alsintan milik Pemkab Sumbawa Barat yang hangus terbakar di Lingkungan Balisung, Kelurahan Menala, Kamis, 10 September 2020.(Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Gudang alat dan sarana pertanian (Alsintan) Pemkab Sumbawa Barat, di Lingkungan Balisung, Kelurahan Menala terbakar hebat, Kamis, 10 September 2020. Akibat bencana tersebut belasan mesin pompa air, mesin perontok jagung, handtraktor dan beberapa beekas penting ludes terbakar.

Informasi yang berhasil dihimpun Suara NTB di lapangan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 18.00 WITA lingkungan Balisung, Kecamatan Taliwang. Kobaran api baru bisa dipadamkan satu jam kemudian, setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran setempat turun ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman. Beruntung gudang yang terbakar tersebut tidak sempat merembet ke rumah yang ada di sampingnya. Sementara pada saat kebakaran terjadi, tidak ada penjaga gudang di lokasi tersebut sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Kapolres KSB, kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim AKP Afrijal S. IK, Jumat, 11 September 2020 membenarkan adanya peristiwa tersebut dan saat ini tim dari identifikasi sudah turun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan untuk penyebab dari kebakaran hasil kesimpulan awal diduga kuat karena hubungan pendek arus listrik yang terjadi di bagian atap gudang. Kobaran api itu langsung membesar dan menghanguskan alat Alsintan yang berada di dalam gudang tersebut.  Tak pelak kondisi itu membuat panik warga sekitar yang berusaha melakukan upaya pemadaman. “Saat ini kami masih menunggu hasil olah TKP untuk memastikan penyebab dari kebakaran gudang dimaksud. Bahkan  puing gudang yang terbakar masih kita pasang garis polisi untuk kebutuhan penyelidikan,” sebutnya.

Saat ini tim masih juga terus bekerja di lapangan melakukan pengumpulan keterangan beberapa saksi mata terkait musibah kebakaran tersebut. Sementara kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp750 juta dan saat ini masih terus dilakukan inventalisir jumlah kerugian akibat musibah tersebut. Pihaknya juga tetap menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga rumah mereka dari bencana kebakaran karena saat ini musim kemarau sehingga akan semakin rawan. “Kerugian akibat musibah tersebut ditaksir mencapai Rp750 juta bahkan saat ini tim masih melakukan inventalisir kerugian di lapangan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa waspada dan menjaga rumah mereka dari musibah kebakaran,” tambahnya. Apalagi saat ini  musim kemarau sekarang kebakaran akan sangat rawan terjadi.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) KSB, melalui Kepala Bidang pertanian dan tanaman pangan Syaiful Ulum SP, mengaku masih menghitung jumlah kerugian akibat bencana tersebut. Jika sudah terkumpul laporannya, akan dilaporkan secara resmi. Tetapi yang jelas jumlah kerugiannya bisa mencapai Rp750 Juta sesuai dengan estimasi  penyidik Polres. Karena tidak hanya Alsintan saja yang terbakar melainkan ratusan berkas dinas juga hangus, maka pihaknya akan segera membuat laporan polisi terkait bencana itu. Pihaknya juga akan tetap memantau dan mengawasi kondisi di lapangan untuk menekan adanya aktifitas penjarahan terhadap aset dimaksud supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.” Kita masih melakukan pendataan dan inventalisir akibat bencana tersebut ketika sudah final akan langsung kita sampaikan ke publik,” tukasnya. Kejadian ini juga dipastikan murni kecelakaan tidak ada indikasi yang lain. Kendati demikian, Pemerintah menyerahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum. (ils)