Gubernur Teken SK Pengangkatan 373 CPNS 2019

Muhammad Nasir (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., telah meneken SK pengangkatan 373 CPNS formasi 2019. Gubernur menandatangani SK pengangkatan setelah keluarnya persetujuan teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang telah menerbitkan Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk 373 CPNS 2019.

“SK pengangkatan 373 CPNS formasi 2019 sudah diteken gubernur. Tinggal kita buat petikannya. Hari selesai sudah SK petikannya,” kata Kepala BKD NTB, Drs. Muhammad Nasir dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 21 Desember 2020.

Diketahui, pelamar CPNS yang lulus di Pemprov NTB sebanyak 375 orang. Namun, tiga orang mengundurkan diri semuanya merupakan formasi dokter. Dari tiga CPNS yang mengundurkan diri, hanya satu formasi yang bisa diisi peserta dengan nilai tertinggi kedua. Sehingga, formasi CPNS yang terisi di Pemprov NTB sebanyak 373 formasi.

Sebelumnya, dari 373 CPNS yang diusulkan untuk penerbitan NIP, sebanyak tiga orang yang belum tuntas. Karena ada perbedaan nama di KTP dan ijazah. Namun, kata Nasir, persoalan ini sudah tuntas, sehingga BKN sudah menerbitkan NIP untuk tiga orang tersebut.

Meskipun NIP CPNS sudah tuntas, namun kata Nasir untuk Nomor Induk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (NI PPPK) Pemprov NTB sebanyak 222 orang masih belum keluar. Pemprov masih menunggu dari BKN, sebelum dikeluarkan SK pengangkatan oleh Gubernur.

“Kita nunggu dari BKN, sekarang sedang proses. Sesuai dengan informasi BKN, Desember ini akan tuntas. Sehingga Januari itu sudah mulai penempatan,” tandasnya.

Sebanyak 373 CPNS 2019, akan menjalani masa percobaan sekitar 2 tahun. Baru kemudian benar-benar diangkat menjadi PNS. Untuk gaji yang diterima, kata Nasir, mereka akan mendapatkan gaji sebesar 80 persen. Besaran gaji yang diterima antara Rp2,5 – 2,8 juta sebulan.

“Kalau golongan III rata-rata Rp2 jutaan. Baru 80 persen dia terima gaji.  Makanya saat dipemberkasan sangat  detail. Mana yang masih bujang dan sudah berkeluarga. Kalau sudah berkeluarga lebih besar dapatnya, karena mendapat uang tunjangan anak dan istri,” pungkasnya. (nas)