Gubernur: Tak Semua Investasi di Rinjani Langsung Diterima

Gunung Rinjani. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan keindahan Rinjani yang sudah mendunia membuat investor tertarik menanamkan investasinya di kawasan tersebut. Terbaru, PT. Rinjani Glamping Indonesia (RGI) berencana membangun fasilitas penginapan mewah  dan heli tourism di sekitar Danau Segara Anak.

“Keindahan Rinjani sudah mendunia. Tapi setiap investasi tentu ada aturannya. Nggak semua investasi langsung diterima begitu saja,” kata Gubernur dikonfirmasi di Mataram, Senin, 24 Februari 2020.

Iklan

Gubernur telah mendengar ada investor yang akan membangun fasilitas penginapan mewah di sekitar Danau Segara Anak. Mereka sudah presentasi ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR). Karena dari sisi kewenangan, kawasan yang dilirik investor tersebut merupakan kewenangannya BTNGR.

Gubernur menjelaskan lokasi yang dilirik investor tersebut bukan berada di bawah kewenangan Pemprov NTB.

Setiap rencana  investasi, Gubernur mengatakan pasti ada kajian yang dilakukan sebelum menerima atau menolak investasi yang masuk ke NTB. Soal adanya penolakan di masyarakat, gubernur berharap masyarakat tidak ribut duluan. “Jangan sampai masih isu,  semua kita ribut duluan,” katanya.

PT. RGI berencana menggarap sebagian dari zona di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani. Investor tersebut menyiapkan investasi senilai Rp4,55 miliar untuk membangun fasilitas penginapan mewah. Saat presentasi di BTNGR, PT. RGI berencana membangun penginapan mewah di atas lahan 10 persen dari empat hektare yang diajukan.

Di antaranya, pembangunan deluxe tents atau tenda mewah sebanyak 20 unit, nilai investasinya Rp3 miliar. Kemudian pembangunan small waterhouse sebanyak dua unit senilai Rp150 juta, pembangunan office tents senilai Rp500 juta.

Investor tersebut juga berencana membangun dapur dan tenda makan senilai Rp500 juta. Mereka juga akan melengkapi dengan fasilitas toilet sebanyak dua unit senilai Rp100 juta. Selain itu, mereka juga berencana membangun instalasi listrik dan instalasi air bersih masing-masing senilai Rp75 juta. (nas)