Gubernur Surati Menkes Minta Tambahan Kuota, Satu Kapal Pengangkut Oksigen Tiba di NTB

Kapal pengangkut oksigen kapasitas 18 ton sandar di Pelabuhan Lembar, Kamis, 29 Juli 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Satu kapal pengangkut oksigen tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Kamis, 29 Juli 2021. Kapal tersebut mengangkut satu unit iso tank oksigen dengan kapasitas 18 – 20 ton.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc., menyurati Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin untuk meminta tambahan satu kuota oksigen sebanyak satu iso tank lagi setiap minggu. Sehingga, diharapkan pasokan oksigen ke NTB bisa menjadi 36 – 40 ton seminggu.

Iklan

‘’Setiap hari Kamis, selalu datang satu iso tank oksigen. Itu sudah jatahnya NTB. Tetapi kita minta tambahan satu iso tank lagi per minggu. Jadi, nanti ada dua iso tank, kapasitas sampai 40 ton per minggu kita minta. Makanya Pak Gubernur mengirimkan surat kepada Menteri Kesehatan, minta tambahan kuota satu iso tank lagi,’’ kata Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 29 Juli 2021.

Eka mengatakan pada Kamis, 29 Juli 2021, sudah datang satu iso tank oksigen dengan kapasitas 18 ton yang diangkut menggunakan kapal dari Surabaya. Kedatangan 18 ton oksigen tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan di NTB.

Selain itu, kata Eka, sebanyak 69 oksigen konsentrator bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga akan datang Kamis, 29 Juli 2021. Sebelumnya, lanjut Eka, ada 10 oksigen konsentrator yang telah dikirim Kemenkes ke NTB menggunakan pesawat Garuda.

‘’10 oksigen konsentrator yang datang kemarin, hari ini (kemarin, red) kita kirim ke Bima Raya untuk memenuhi kebutuhan di Bima, Kota Bima dan Dompu. Itu kiriman dari Kemenkes,’’ terangnya.

Untuk bantuan 69 oksigen konsentrator yang datang belakangan, kata Eka, diangkut menggunakan kapal menuju NTB. Selain itu, kata Eka, CV. Bayu Bangun Sakti (BBS), perusahaan penyedia oksigen di Kota Mataram, juga telah mengirim sebanyak 200 tabung oksigen ke Bima.

‘’Jadi sekarang kita konsen ke Bima. Karena dia jauh letaknya dan tak punya back up,’’ terangnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini mengatakan, untuk pasokan oksigen di Kabupaten Sumbawa bisa dijaga kesinambungannya. Karena ada rumah sakit di Sumbawa punya oksigen generator yang bisa memproduksi 25 – 50 tabung oksigen per hari. ‘’Bima teriak karena mereka ndak punya oksigen generator,’’ tambahnya.

Eka menyebutkan, pemakaian oksigen di rumah sakit di NTB memang terjadi kenaikan akibat bertambahnya jumlah pasien Covid-19. Semula, dalam sehari, pemakaian oksigen sebesar 2 ton. Namun sekarang 6 – 8 ton.

‘’RSUD NTB dan RSUD Kota Mataram butuh paling banyak oksigen karena dia punya banyak ruang ICU. Pasien gejala  parah di sana semua,’’ jelasnya.

Ditambahkan, kelangkaan oksigen bukan saja terjadi di NTB, namun terjadi di seluruh Indonesia. Di Surabaya, kata Eka, pasokan oksigen juga limit. Sehingga, kebutuhan oksigen di NTB dipasok dari Sidoarjo dan Gresik.

‘’Sedang kita upayakan membangun oksigen konsentrator di rumah sakit di NTB. Dalam jangka pendek kita minta tambahan iso tank. Sedangkan dalam jangka panjangnya membangun oksigen generator yang bisa memproduksi oksigen minimal 25 – 50 tabung oksigen per hari,’’ tandasnya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional