Gubernur : Peradaban Hancur Jika Akses Keuangan Dimonopoli  Strata Sosial Tinggi

Mataram (suarantb.com) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan untuk membangun suatu peradaban diperlukan pendidikan dan kapital atau uang. Peradaban yang baik akan terbangun apabila uang dapat dimanfaatkan sebanyak mungkin masyarakat atau rakyat yang ada dalam suatu negara.

“Dalam pendekatan Al-qur’an, ada dua perspektif. Di satu sisi, ada yang disebut tarjib, yaitu menyebutkan hal-hal baik untuk kemudian kita sama-sama berikhtiar secara kolektif untuk mewujudkan hal baik itu. Prespektif yang kedua, ada yang namanya tarhib, yaitu menyebutkan hal-hal yang tidak baik yang harus kita waspadai dan kita bekerjasama supaya itu tidak terjadi,” kata  Gubernur saat pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, di Kawasan Wisata Senggigi, Lombok Barat, Senin, 25 Juli 2016.

Iklan

Kegiatan tersebut  digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Muliaman D. Hadad, serta lima anggota lainya. Hadir pula saat itu Kepala SKPD terkait dan anggota FKPD Provinsi NTB. Sementara itu, Tim percepatan yang dikukuhkan Gubernur melibatkan berbagai pihak seperti Asisten Setda NTB, Perbankan, SKPD terkait dan lembaga lain yang memiliki kaitan dengan keuangan daerah.

Gubernur menjelaskan peradaban masyarakat itu akan hancur apabila beberapa sekelompok masyarakat yang memiliki strata sosial tinggi atau memiliki akses keuangan di masyarakat menguasai atau memonopoli akses keuangan. “Semua sumber daya ada pada mereka. Kemudian sebagian besar dari masyarakat itu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan mereka, maka mulailah proses destruksi itu,” ujar orang nomor satu di NTB ini.

Gubernur menambahkan, jika  ingin kesejahteraan di masyarakat  berlanjut  terus menerus semakin baik, maka yang harus dilakukan adalah dengan sengaja merancang hal-hal untuk memastikan bahwa sumber daya itu dapat diakses oleh sebanyak mungkin masyarakat. “Ketika kami melakukan evaluasi tahunan terhadap faktor-faktor utama terjadinya konflik di daerah, maka selalu setiap tahun, yang menjadi faktor utama adalah perebutan terhadap akses sumber daya,” tandasnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here