Gubernur Optimis Tuntas Juni, April, Dorna Cek Kelayakan Sirkuit Mandalika

Proses pengaspalan lintasan Sirkuit MotoGP Mandalika. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc., mengaku optimis pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika akan tuntas Juni mendatang. Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP rencananya akan mengecek kelayakan Sirkuit Mandalika pada April mendatang.

‘’Sudah 60 persen (progres pembangunan sirkuit). Bahkan kita yakin Juni selesai semua,’’ ujar Gubernur dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 25 Maret 2021.

Iklan

Pada tahun ini, Sirkuit Mandalika akan menjadi lokasi perhelatan MotoGP pada bulan Oktober. Kemudian, pada November, akan menjadi tuan rumah World Superbike Championship (WSBK).

‘’Walaupun yang saya dengar, jadwal kita untuk tahun depan sudah keluar, bulan Maret tahun depan. Dari segi kesiapan lintasan, kita semuanya sudah siap,’’ katanya.

Gubernur yang biasa disapa Dr. Zul ini, menambahkan, pada awal April mendatang, Dorna Sports akan datang ke NTB untuk melihat homologasi Sirkuit Mandalika. Kedatangan penyelenggara MotoGP ini untuk mengecek apakah Sirkuit Mandalika layak atau tidak.

Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sendiri, kata Dr. Zul, yakin bahwa Sirkuit Mandalika sangat layak untuk menggelar balap MotoGP.  ‘’ITDC yakin, sangat layak. Tinggal dilihat kesiapan kita mampu mengelola penonton yang demikian besar dengan pandemi ini,’’ katanya.

Pasalnya, jika nanti sampai Oktober, pandemi Covid-19 belum mampu dikendalikan. Maka, kemungkinan perhelatan MotoGP dilaksanakan tanpa penonton.

‘’Sedang ditimbang-timbang sekarang. Kalau vaksinasi kita berjalan lancar, (Covid) bisa dikendalikan dalam beberapa bulan ke depan, maka pasti terselenggara tahun ini bulan Oktober,’’ katanya.

Gubernur menambahkan jadwal yang sudah hampir pasti adalah penyelenggaraan WSBK. ‘’Superbike itu penyelenggaranya sama, Dorna juga. Artinya, Dorna sudah melihat bahwa kita sangat mungkin menyelenggarakan event itu,’’ tandasnya.

Sebagaimana diketahui, homologasi Sirkuit Mandalika atau Jalan Kawasan Khusus (JKK) Mandalika semakin di depan mata. Setelah pemasangan drainase, pekerjaan concrete barrier yang sedang berjalan, sekarang Sirkuit Mandalika sudah mulai diaspal, Jumat, 26 Maret 2021.

Untuk pengaspalan lapisan AC-Base atau lapisan pertama Sirkuit Mandalika dilakukan hingga Maret 2021 dengan target pengaspalan sepanjang 390 meter. Proses pengaspalan ini tidak berhenti di AC-Base, namun ada dua rangkaian proses pengaspalan lain yang dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebagai mitra PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) / ITDC dengan supervisi penuh Direktorat Pengembangan dan Konstruksi MGPA.

Setelah pengaspalan lapisan pertama (AC Base), pengaspalan pun dilanjut ke lapisan kedua (AC-Binder) dan lapisan terakhir (Surface SMA) yang ditargetkan rampung pada pertengahan Mei 2021. Alat yang digunakan selama proses pengaspalan adalah Asphalt Mixing Plant (AMP) yang sesuai dengan standar homologasi FIM, begitupun dengan aspal yang digunakan.

AMP yang digunakan adalah Lintec seri CSD 3000 yang memiliki kapasitas begitu besar yakni 240 ton/jam. Selain itu aspal yang digunakan pada pengaspalan AC-Base ini menggunakan aggregate lokal yang dicampur dengan produk Shell Cariphalte yang juga digunakan di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, sirkuit Sepang Malysia dan sirkuit Fiorano, Italia.

Selain itu, pembangunan Hotel Pullman Mandalika juga terus dikebut. Saat ini progresnya  telah mencapai 39,3 persen dan ditargetkan mulai beroperasi di kuartal IV 2021. Hotel Pullman Mandalika, merupakan hotel bintang 5 yang dibangun di lahan seluas 27.000 meter persegi.

Dengan jumlah 257 kamar yang terdiri dari 27 villa dan 230 kamar building, terletak di dekat West Gate, Kuta Beach Park, The Mandalika. Total investasi pembangunan hotel ini mencapai Rp 709 Miliar.

Saat ini, 39,3 persen progres pembangunan Hotel Pullman Mandalika terdiri dari akumulasi pekerjaan Struktur, Arsitektur, dan Plumbing (SAP) dan non SAP. Pekerjaan SAP sendiri telah mencapai 69,7 persen. ITDC memantau ketat pembangunan hotel melalui anak usaha PT ITDC Nusantara Properti (INP) yang bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero).

Hotel Pullman Mandalika dibangun untuk menambah fasilitas pariwisata dan amenitas kawasan sehingga dapat meningkatkan investasi, juga untuk mewujudkan quick wins The Mandalika menjadi Destinasi Sport Tourism baru di Indonesia. Hal ini dikarenakan tren kunjungan wisatawan dan aktivitas wisata yang diperkirakan meningkat, sejalan dengan normalisasi pariwisata setelah proses vaskinasi Covid-19 selesai. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional