Gubernur: NTB-NTT Siap untuk Pencalonan Tuan Rumah PON 2028

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Gubernur NTT, Viktor Laiskodat saat menjalani sesi wawancara di sela Rakornas Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta, Jumat, 27 November 2020. Dalam kesempatan ini, Gubernur menyampaikan kesiapan untuk pencalonan sebagai tuan rumah PON 2028.(Suara NTB/ist)

Jakarta (Suara NTB) – Ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta, Jumat, 27 November 2020, menjadi momentum bagi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah untuk mengkampanyekan misi NTB untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Rakor tersebut menghadirkan sejumlah kepala daerah di Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang tengah digeber pembangunannya oleh pemerintah. Selain Gubernur NTB, hadir pula Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu mengajak Viktor untuk ikut mencalonkan diri sebagai menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 karena dua provinsi bertetangga ini sesungguhnya sudah layak dan siap menjadi tuan rumah event olahraga terbesar di dalam negeri tersebut.

Melalui media sosialnya, Gubernur sendiri langsung mengumandangkan seruannya untuk mempersiapkan diri menyongsong pencalonan sebagai tuan rumah PON 2028. Seruan itu ia sertai dengan gambar dirinya bersama Gubernur NTT yang tengah menjalani sesi wawancara.

“Insya Allah NTB dan NTT siap bidding untuk menjadi Tuan Rumah bersama PON 2028. Ayo KONI NTB dan NTT bersiap dan mulai bersinergi,” seru Bang Zul.

Selain kepala daerah Lima Destinasi Super Prioritas, Rakornas tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam kesempatan tersebut, Luhut menegaskan perlunya ketenangan dan kedamaian untuk bisa menjual potensi pariwisata Indonesia kepada dunia.

Luhut menjelaskan pariwisata Indonesia masih kalah dibanding sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara dalam sejumlah hal. Tapi Indonesia hanya kalah dalam cara menjual.

“Kita menjualnya kurang dan itu memerlukan ketenangan dan kedamaian. Saya ulangi, ketenangan, kedamaian. Dan ketenangan, kedamaian, itu dilakukan oleh kita para pemimpin intelektual ini,” katanya.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas ini, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah hadir secara langsung, mengingat pentingnya kegiatan tersebut karena menyangkut pengembangan investasi dan wisata dalam daerah.

Luhut Binsar Pandjaitan meminta sejumlah oknum tidak lagi menjual ide-ide kekerasan yang kemudian membuat Indonesia ditakuti. Ia juga meminta  jangan karena ambisi politik lalu sengaja menimbulkan keributan.

“Sebagai yang paling senior di ruangan ini, saya sampaikan itu. Jadi, jangan sampai karena kepentingan-kepentingan politik kita, ambisi-ambisi politik kita, birahi kekuasaan kita, kita buat keributan-keributan” katanya.

Luhut menjelaskan, dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia tidak kalah dari segi alam, kebudayaan, kuliner hingga hiburan. Sayangnya, ia mengakui memang masih ada kekurangan di sejumlah titik, misalnya infrastruktur hingga keramahtamahan penduduknya.

“Saya cukup banyak keliling dunia. Apa yang kita lihat di Labuan Bajo, misalnya, di Mandalika, di Bali, di beberapa spot, di Toba, itu tempat-tempat yang sangat indah sekali. Tapi kita kurang menjual karena banyak hal tadi, masalah infrastrukturnyalah, keramahtamahanlah,” katanya.

Oleh karena itu, Luhut meminta segenap masyarakat kompak dan ikut mendorong pengembangan pariwisata nasional.

“Sekarang bagaimana kita menciptakan lapangan kerja, mendidik orang untuk ramah tamah. Jangan kebencian, anger yang kita tampilkan. Di kejadian akhir-akhir ini, itu juga membuat orang menilai negara ini begini aja. Kalau orang takut datang kemari, yang akan rugi itu rakyat kecil. Jadi kita sebagai pemimpin, harus memberikan kedamaian, ketenangan dan memberikan kesan, kau datang kemari, kau pasti kita jamin,” katanya kepada peserta Rakornas yang terdiri dari sejumlah menteri dan kepala daerah itu. (aan)