Gubernur Minta Keseriusan AMNT Bangun Smelter

0
Zulkieflimansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan, akan bertemu dengan manajemen PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) terkait masih rendahnya progres pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sesuai ketentuan, smelter yang ada di KSB pada tahun 2022 harus sudah beroperasi.

‘’Smelter ini saya akan ketemu juga meminta keseriusan mereka (AMNT). Karena lama-lama orang curiga,’’ kata gubernur dikonfirmasi di Mataram, Senin, 29 Juli 2019.

IKLAN

Gubernur mengaku sudah menyampaikan ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan saat kunjungan kerja ke Sumbawa pekan lalu. Pada saat itu, Menteri ESDM menegaskan smelter di KSB harus sudah operasi di tahun 2022.

‘’Kemarin kita sudah sampaikan minta kepastian pada Pak Jonan. Bahwa apapun yang terjadi, pokoknya 2022 harus sudah jalan,’’ tegas gubernur.

Ditanya mengenai kendala pembangunan smelter tersebut, gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini mengatakan dulunya AMNT dan PT. Freeport akan bekerjasama membangun smelter kapasitas besar. Tetapi kemungkinan hanya PT. AMNT yang akan membangun smelter tersebut, sehingga skalanya akan menjadi lebih kecil.

Selain itu, masalah tanah juga menjadi kendala. Dulunya, AMNT akan membangun smelter di suatu tempat yang sudah clear masalah tanahnya. Tetapi dalam proses pembangunannya, ternyata tanahnya yang berada  di bawah berongga. Sehingga lokasi pembangunan smelter dipindah dari lokasi awal.

‘’Yang membuat tempat itu tak jadi dibangun di situ. Tapi harus dicari tempat lain. Ini yang butuh waktu. Kalau pembangunannya di tempat yang sama, mungkin sudah hampir selesai,’’ kata Dr. Zul.

Sesuai amanat konstitusi, pembangunan smelter merupakan kewajiban AMNT. Jika tidak membangun smelter, maka mereka tidak bisa lagi mengekspor konsentrat. Mengenai percepatan pembangunan smelter ini, Dr. Zul berharap AMNT membangun di tempat yang sudah ada. Daripada menunggu ratusan hektare lahan yang sedang dalam proses pembebasan lahan.

‘’Kenapa (lahan)  yang ada saja dibangun dulu. Kalau menurut saya, lahan yang ada saja dulu dimaksimalkan,’’ tandas orang nomor satu di NTB ini.

Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian ESDM, progres pembangunan smelter di KSB baru 13,7 persen. Menurut Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba, Ir. Yunus Saefulhak, MM, Kementerian ESDM terus mengawasi dan mengawal pembangunan smelter di KSB.

AMNT masih punya waktu dua tahun lebih untuk menuntaskan kewajibannya membangun smelter. Sesuai ketentuan, smelter di KSB harus tuntas Januari 2022. (nas)