Gubernur Menginap di Desa Bajo Pulo

Gubernur, H.Zulkieflimansyah menyerahkan bantuan untuk pembangunan masjid di Bajo Pulo

USAI bertemu dan silaturahmi dengan masyarakat Desa Soro, Kecamatan Lambu, Gubernur melanjutkan silaturahminya dan bermalam di Desa Bajo Pulo, Kecamatan Sape. Sama seperti di Desa Soro, di desa yang pemandangan alamnya sangat indah, kehadiran Gubernur disambut hangat warga setempat. Gubernur memuji keramahan dan kehangatan masyarakatnya serta keindahan Bajo Pulo.

Masyarakat sangat senang menerima kedatangan Gubernur. Dialog mereka dengan Gubernur bahkan sampai larut. Karena memang Gubernur memilih menginap di desa paling timur di NTB itu.  ‘’Tiada yang lebih indah dari sebuah kehidupan, kecuali rasa syukur dan berkecukupan dengan keadaan,’’ ujar Gubernur di hadapan tokoh agama dan elemen masyarakat lainnya di Desa Bajo Pulo.

Iklan
Masjid terapung di Bajo Pulo

Gubernur mengatakan, bertemu dan saling peduli antara pemimpin dan masyarakat, akan membangun jembatan hubungan yang erat. Sehingga segala komunikasi yang tersumbat dan buntu dapat tersalurkan melalui silaturahmi. ‘’Banyak hal yang akan diperoleh. Persoalan dan masalah secara perlahan dapat kita atasi bersama,’’ ujarnya.

Kades Bajo Pulo Mahmudin Caco, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kehadiran Gubernur. ‘’Atas kunjungan dan perhatian serta kepedulian Bapak Gubernur kepada masyarakat desa terpencil di ujung NTB ini, kami ucapkan terima kasih,’’ ujarnya.

 Usai salat subuh berjamaah, Gubernur dihadiahi kaos bertuliskan ‘’Kalembo Ade’’ dari pemuda Bajo Pulo. Gubernur juga sempat mengelili Bajo Pulo, menyapa warga dan melihat langsung keindahan pantai Bajo Pulo.

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Bajo Pulo, mencurahkan isi hatinya di hadapan Gubernur.  Nurdin, S. Sos, salah seorang tokoh masyarakat setempat, mengeluhkan rusaknya tambatan atau dermaga untuk menyandar perahunya. ‘’Tambatan yang ada sudah rapuh dan terlalu pendek,’’ ujarnya.

Sehingga saat perahu angkut penumpang dari Pelabuhan TPI Sape, tidak dapat merapat di tambatan yang ada. ‘’ Kita harus menggunakan kapal ketinting yang kecil untuk dapat berlabuh dan menurunkan penumpang,’’ ujarnya, seraya berharap agar ini bisa dibantu diperbaiki dan diperpanjang jalurnya. Nurdin mewakili warga lainnya juga mengeluhkan kesulitan air bersih, akibat PDAM dari Sape macet.

Menanggani hal tersebut, Gubernur menegaskan bahwa persoalan ini menjadi tanggung jawabnya. Untuk itu, Gubernur akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk mencari solusi memecahkan permasalahan masyarakat. Baik itu persoalan dermaga atau air bersih.

Gubernur pada kesempatan itu langsung memberikan bantuan tiga buah mesin ketinting. Gubernur  juga menyerahkan bantuan uang untuk pembangunan masjid Masjid Nurul Hidayah Bajo Tengah, Desa Bajo Pulo. ‘’Bantuan ini bentuk kepedulian kami untuk ikut membantu kebutuhan masyarakat,’’ ujar Gubernur.

Dikatakannya bahwa yang lebih utama adalah pertemuan dan silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah. ‘’Inilah bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,’’ ujar Gubernur. (*)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional