Gubernur Menaruh Harapan pada Sektor Properti

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah bersama Direktur Utama PT. Lombok Royal Property berbicang seputar sektor properti pada pameran kemarin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menaruh harapan besar pada sektor properti. Sebab sektor ini akan mampu mengerek 172 industri ikutan. Harapan ini disampaikan orang nomor satu Bumi Gora ini pada pembukaan expo (pameran) perumahan yang diselenggarakan Bank NTB Syariah di Lombok Epicentrum Mall (LEM) Jumat, 26 April 2019.

Sejumlah stakeholders terkait sektor properti hadir pada kegiatan ini. Baik pelakunya, para pengembang, maupun otoritas untuk pembiayaannya. Gubernur menyampaikan sebuah hasil studi yang dilakukan di Inggris pada tahun 90-an silam. Studi tersebut mengkaitkan perceraian dengan pembangunan ekonomi.

Iklan

Dalam studi tersebut mengemukakan, semakin tinggi angka perceraian, maka akan semakin bagus pembangunan ekonomi masyarakat. Mengapa demikian? Dengan angka perceraian, maka permintaan rumah akan semakin tinggi. “Dari tadinya satu keluarga butuh hanya satu rumah, setelah bercerai jadi butuh dua rumah. Tempat tinggal jadi dua, bahkan tempat tidur jadi dua,” seloroh Gubernur.

Hasil studi tersebut menurutnya berkorelasi kuat dengan pengembangan sektor properti. Dengan bergairahnya sektor properti, maka akan semakin menggairahkan perekonomian NTB. Pengembang, sekali membangun akan mampu menggeliatkan lebih dari 100 industri ikutan. Dari industri batu bata, pasir, besi, listrik dan lainnya dan dapat mendongkrak aktivitas ekonomi orang. Karena itu, Gubernur berharap sektor properti benar diseriusi oleh para pelakunya. Demikian juga stakeholders pendukung lainnya.

Kepada Bank NTB Syariah, ia juga memberikan apresiasi khusus. Sebagai bank daerah, dianggap cukup berani menyelenggarakan pameran properti yang kaitannya erat dengan pembiayaan perbankan. Bank milik masyarakat dan pemerintah daerah NTB ini menurutnya melakukan terobosan yang luar biasa. Sebelumnya tak pernah sama sekali diselenggarakan.

Dengan memfasilitasi lebih banyak masyarakat NTB memiliki perumahan, maka perbankan dan pengembang akan berkontribusi meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat NTB kedepannya. “Semakin banyak masyarakat yang memiliki rumah, maka akan semakin bahagia masyarakat kita,” demikian gubernur. (bul)