Gubernur Larang Seluruh ASN Bepergian Keluar Daerah

H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc., melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di NTB untuk bepergian keluar daerah pada masa libur panjang cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Gubernur sudah mengeluarkan surat edaran Nomor 060/377/ORG tanggal 23 Oktober 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di Masa Libur Panjang dan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kepala Biro Organisasi Setda NTB, Ir. H. Lalu Hamdi, M. Si mengatakan, surat edaran tersebut ditujukan ke Bupati/Walikota se-NTB, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB dan Pegawai ASN Pusat di daerah.

Iklan

Hamdi mengatakan, ASN di NTB cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 dan 30 Oktober 2020. Sedangkan pada tanggal 29 Oktober merupakan hari libur nasional, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena sistem kerja ASN di NTB enam hari kerja, maka masa liburan berlanjut sampai 31 Oktober dan 1 November 2020.

‘’Surat edaran ini merupakan tindaklanjut dari hasil rapat koordinasi secara virtual yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM – Prof. Dr. Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P, tanggal 21 Oktober 2020,’’ jelas Hamdi di Mataram, Selasa (27/10) kemarin.

Selain itu,  yang menjadi acuan juga adalah Surat Edaran Gubernur NTB Nomor 060/156/ORG, tanggal 17 April 2020 tentang Perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. Ia menyebutkan beberapa hal yang diminta Pemprov NTB kepada seluruh ASN dalam pencegahan penularan Covid-19 di masa libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pertama, kata Hamdi, menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19 kepada masyarakat. Yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan tetap berpedoman pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

Kedua, ASN dan keluarganya tidak melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah. Ketiga, apabila ASN dalam keadaan terpaksa perlu melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, maka harus terlebih dahulu melakukan Rapid Test Antigen atau Swab pada H-1 sebelum berangkat dan setelah pulang dari perjalanan.

Keempat, bila hasil tesnya dinyatakan reaktif atau positif Covid-19, ASN membatalkan melakukan perjalanan dan melakukan isolasi mandiri serta melaporkan kepimpinan perangkat daerah masing-masing.

Kelima, menyosialisasikan tagline berlibur aman, nyaman dan tanpa kerumunan dengan keluarga di rumah saja. Keenam, menyampaikan informasi positif dan benar (bukan hoax) kepada masyarakat tentang Covid-19 melalui media sosial masing-masing dan media sosial resmi perangkat daerah.

“Ketujuh, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan koordinasi dan pengawasan dengan aparat keamanan dalam rangka penegakan penerapan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular,” kata Hamdi.

Ia  meminta kepada seluruh  ASN untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pada saat libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal ini penting supaya jangan sampai dengan libur panjang dan cuti bersama, kasus Covid-19 semakin bertambah di  NTB.

Ia berharap ASN di lingkungan Pemprov  NTB menjadi contoh bagi masyarakat bagaimana menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Seperti menggunakan masker, jaga jarak maupun cuci tangan.

“ASN menyosialisasikan tagline berlibur aman, nyaman dan tanpa kerumunan dengan keluarga di rumah saja,” katanya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga Senin, 26 Oktober 2020 sudah mencapai 3.908 orang. Dengan rincian, 3.193 orang sudah sembuh, 219 meninggal dunia dan 496 orang masih dalam perawatan.

Dari jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, paling banyak di Kota Matara 1.273 kasus, Lombok Barat 718 kasus, Lombok Timur 531 kasus, Lombok Tengah 258 kasus. Selanjutnya, Sumbawa 254 kasus, Dompu 220 kasus, Kota Bima 207 kasus, Bima 145 kasus, Lombok Utara 126 kasus dan Sumbawa Barat 60 kasus.

Sedangkan 111 kasus merupakan warga luar NTB yang merupakan pelaku perjalanan. Sementara 5 orang merupakan Warga Negara Asing (WNA). Gugus Tugas mencatat, dari 111 kasus warga luar NTB yang positif Covid-19, sebanyak 31 orang masih dalam perawatan dan 80 orang sudah sembuh. Sedangkan dari 5 kasus WNA yang positif Covid-19 di NTB, satu orang  masih dalam perawatan dan 4 orang sudah sembuh. Pemprov NTB mencatat total jumlah pelaku perjalanan ke daerah ini sebanyak 10.368 orang. Dimana, semuanya sudah discarded atau selesai karantina. (nas)