Gubernur, Kapolda dan Danrem Patroli, Pantau Pos Pengamanan dan Pusat Perbelanjaan

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah didampingi Kapolda NTB, Mohammad Iqbal mengendarai sepeda motor saat patroli dimulai dari Pendopo Gubernur NTB di Jalan Pejanggik, Mataram ke pusat bisnis dan pos pengamanan di wilayah Kota Mataram, sabtu, 8 Mei 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kekhawatiran akan lonjakan kasus positif Covid-19 jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H direspons cepat. Sejumlah pusat perbelanjaan diperiksa kepatuhan protokol kesehatan (prokes). Selain itu, pos pengamanan memastikan pemudik dari luar daerah disekat.

Gubernur NTB Dr.H. Zulkieflimansyah, Kapolda NTB, Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, dan Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani berkendara dengan sepeda motor keliling Kota Mataram, Sabtu, 8 Mei 2021. Gubernur bersama Forkopimda NTB, memantau kondisi keamanan.

Iklan

‘’Kita ingin lebaran ini aman, tidak ada kemacetan, kriminalitas bisa dicegah. Mudahan teman-teman di lapangan yang sigap, disiplin sampai nanti Idul Fitri Insya Allah aman dan menyenangkan bagi kita semua,’’ ujar Gubernur.

Patroli dimulai dari Pendopo Gubernur NTB di Jalan Pejanggik, Mataram. Rombongan lalu menuju pusat bisnis Cakranegara. Pos Pengamanan Karang Jangkong Polresta Mataram dikunjungi kali pertama. Ini untuk menghimpun informasi terkini kondusivitas wilayah setempat.

Setelah itu rombongan menuju pusat perbelanjaan Lombok Epicentrum Mall. Tampak keramaian makin panjang menjelang sore. Potensi kerumunan meningkat. “Tapi alhamdulillah dengan pos pengamanan yang sigap kerumunan yang lebih dari kapasitas segera dicegah, kerumunan bisa dihindari,” ujarnya.

Gubernur mengingatkan pengamanan arus mudik sudah maksimal berkenaan dengan larangan mudik 6-17 Mei. NTB pun memberlakukan larangan mudik antarpulau dengan menutup penyeberangan Pelabuhan Kayangan dan Pelabuhan Poto Tano per-8 Mei lalu.

“Mudik sudah jelas, kita sama dengan pemerintah pusat. Kangen keluarga bisa dimaklumi tapi keselamatan masyarakat jauh lebih penting,” sebutnya.

Sementara Kapolda NTB menilai penerapan protokol kesehatan Covid-19 di pusat perbelanjaan sudah ada peningkatan. Kini di setiap sudut atau pintu masuk disediakan tempat cuci tangan. Demikian juga dengan pengaturan kapasitas.

“Mereka pastikan aturan 50 persen kapasitas. Kalau lebih ini ditutup, baik pintu parkir maupun pintu masuk,” jelas Iqbal. Selanjutnya Satgas Covid-19 juga berpatroli untuk memantau aturan penggunaan masker serta protokol kesehatan menjaga jarak, dan kerumunan. “Protokol kesehatan nomor satu,” imbuhnya.

Dalam hal mudik, jenderal bintang dua ini memastikan operasi Ketupat Rinjani 2021 berjalan sesuai dengan rencana. Dalam hal penggelaran titik penyekatan, yakni 38 pos operasi. “Ada 25 pos pengamanan, 13 pos pelayanan, dan satu pos terpadu,” sebut Iqbal. Pos-pos pengamanan ini bertugas menghalau arus mudik. Diantaranya di jalur udara dan jalur laut. “Sampai hari ini tidak ada hal yang merisaukan kita. Semua melakukan upaya, masyarakat kooperatif,” jelasnya.

Danrem 162/WB mengatakan, operasi Ketupat Rinjani 2021 ini juga didukung sekurangnya 3.000 prajurit TNI yang bergabung dalam satgas pengamanan terpadu. “Ini yang operasional di lapangan untuk mengingatkan masyarakat tentang protokol kesehatan demi keamanan dan keselamatan bersama. Tanpa harus selalu dipaksa tapi dengan kesadaran sendiri,” ucap Rizal. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional