Gubernur Jual KEK Mandalika ke Perwakilan 100 Dubes

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc memanfaatkan kedatangan para Duta Besar (Dubes) dan diplomat ke NTB untuk menjual potensi daerah ini. Sebanyak 100 Dubes untuk Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Duta Besar untuk Indonesia ‘’Peduli Recovery Lombok’’  mengunjungi daerah terdampak bencana gempa akhir pekan kemarin.

Dalam acara jamuan makan malam di Pendopo Gubernur, Jumat malam, 9 November 2018, gubernur mempromosikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kepada perwakilan 100 Dubes yang hadir. Ia mengajak para Dubes untuk berinvestasi di KEK Mandalika.

Iklan

Para Dubes yang hadir malam itu adalah, Dubes Austria, Helen Steinhausl, Dubes  Azerbaijan,Dr. Tamerlan Garayev, Dubes Serbia, Slobodan Marinkovic,  Dubes Thailand, SongPhol Sukchan, Dubes Vietnam, Pham Vinh Quang dan sejumlah diplomat.

Doktor Zul mengajak para Dubes tersebut melirik potensi NTB sebagi lokasi berinvestasi. Sebab menurutnya, NTB memiliki banyak lokasi potensial untuk berinvestasi. Salah satunya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Pemprov NTB  telah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung para investor. Termasuk sejumlah infrastruktur, seperti jalan. Gubernur  berharap, kehadiran Dubes ke NTB itu memberi pesan kuat bahwa daerah ini sudah mulai pulih. Ia merasa optimis, NTB pada saatnya akan kembali berbenah menjadi sebuah daerah yang maju.

Wakil Menteri Dalam Negeri, A.M. Fahir menyampaikan bahwa banyak Dubes yang ingin datang ke NTB. Namun, karena sejumlah agenda, para Dubes tersebut menunda kunjungannya.

Namun pesan kuat yang ia sampaikan saat itu adalah terkait cerita-cerita selama para Dubes itu berada di Lombok. Yaitu mengajak para Dubes  menikmati keindahan Lombok, kemudian mengambil foto dan menyebarkannya melalui media sosial.

Ia juga menjelaskan kunjungan para Dubes  di samping untuk menyalurkan bantuan. Juga untuk menunjukkan bahwa NTB telah kembali pulih. Hadir juga saat itu Danrem 162/WB, Wakapolda NTB, Kabinda NTB, sejumlah Kepala OPD Lingkup Pemprov. NTB

Sebanyak 100 Dubes untuk Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Duta Besar untuk Indonesia  ‘’ Peduli Recovery Lombok’’. Sebagai wujud dari program peduli yang bertajuk Ambassador’s Diplomatic Tour For Lombok Recovery tersebut, sebayak 17 Duta Besar perwakilan yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. A.M. Fachir, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darussalam, Karang Langu, Desa Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Wamenlu mengatakan, dipilihnya pembangunan masjid sebagai wujud kepedulian para Dubes karena  masjid merupakan salah satu fasilitas umum yang menjadi tumpuan harapan masyarakat sebagai salah satu sarana untuk beribadah

Fachir menjelaskan, dana untuk pembangunan masjid tersebut bukan dari APBN atau APBD, namun bersumber dari dana yang dikumpulkan Asosiasi Duta Besar yang ada di Indonesia.

Menurutnya kedatangan tamu dari luar negeri ini, merupakan bagian dari rahmat. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk tidak pernah berburuk sangka, sembari mengajak masyarakat selalu sabar dan teguh dalam menghadapi musibah.

Selain itu, kepedulian tersebut juga merupakan bagian dari wujud solidaritas muslim, solidaritas sesama manusia, karena banyak saudara-saudara non muslim yang juga ikut menyumbang.

Dana sebesar Rp450 juta untuk pembangunan masjid,  agar dapat dikawal oleh pemerintah. Selain pemerintah, masyarakat juga diminta untuk ikut menjadi pengawas dalam proses pembangunan masjid.

Selain pembangunan masjid, sebagai wujud peduli recovery Lombok, Wamenlu juga akan mengajak para Dubes untuk men-twit melalui akun twitter para Dubes, bahwa Lombok aman untuk dikunjungi.

‘’Ini merupakan wujud kepedulian dalam rangka mempromosikan pariwisata Lombok melalui para Dubes yang ada di Indonesia,’’ pungkasnya. (nas)