Gubernur Ingatkan Kepala OPD Jangan Main Proyek

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/humasntb)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengingatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) supaya  jangan bermain proyek. Orang yang diberikan pekerjaan melaksanakan suatu proyek harus benar-benar bekerja.

Gubernur mendapatkan informasi bahwa ada yang mengaku tim sukses mengerjakan suatu proyek di OPD. Setelah dapat proyek, tak dikerjakan tapi dijual atau diberikan kepada orang lain.

Iklan

‘’Teman-teman kepala dinas harus punya keberanian memberikan pekerjaan pada orang yang betul-betul mengerjakan. Ndak boleh lagi diberikan kepada orang yang jual proyek. Apalagi ternyata orang yang jual proyek bekerjasama dengan pimpinan OPD,’’ kata gubernur saat rapat pimpinan (Rapim) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa, 19 Februari 2019 sore.

Gubernur mengaku beberapa kali ada informasi yang diterimanya mengenai hal ini. Ia mengaku kaget juga. Gubernur menyampaikan kepada seluruh Kepala OPD yang hadir bahwa ingin tetap bekerja bersama.

Namun, jika ada Kepala OPD yang bermain proyek. Maka dengan berat hati tidak akan bekerja bersama-sama lagi. ‘’Karena salah satu visi dan misi kami adalah NTB bersih dan melayani. Kalau masih ada yang bermain-main ngasih proyek sembarangan kemudian dapat fee, jangan. Ke depan kita harus lebih terbuka demi kenyamanan kita bersama,’’ katanya.

Terkait dengan pengerjaan proyek masing-masing OPD, Gubernur meminta laporan secara detail. Ia ingin mengetahui siapa saja yang mengerjakan proyek di masing-masing OPD. Apakah pengusaha luar atau pengusaha lokal.

Jika yang mengerjakan proyek adalah pengusaha lokal, kata gubernur, maka Pemda dapat ‘’memaksa’’ mereka menggunakan produk lokal dan tenaga kerja lokal. Sehingga mimpi industrialisasi bisa nyata dari hal sederhana.

Dalam Rapim tersebut hadir Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D serta seluruh Kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

Data yang diperoleh Suara NTB, hanya 15-20 persen kontraktor lokal kategori kecil yang mengerjakan proyek di seluruh NTB. Kontraktor besar asal luar daerah  masih mendominasi proyek-proyek besar yang ada di daerah ini.

Hingga Desember 2018, jumlah konsultan di NTB  mulai kelas  kecil (K1)  sampai kelas menengah (M)  sebanyak 198 perusahaan.Sedangkan jumlah kontraktor di NTB mulai kelas K1 sampai menengah (M)  sebanyak  2.710 rekanan.

Dengan rincian kontraktor kelas K1 sebanyak 2.265 rekanan. Jumlah kontraktor dan rekanan kategori kecil di NTB  cukup besar tapi  pekerjaan untuk kontraktor  K1 hanya dapat kerjaan 15 sampai 20 persen.

Sebaran kontraktor di 10 kabupaten/kota. Kontraktor katagori kecil K1 sebanyak 2.265 rekanan, K2 175 rekanan dan K3 sebanyak 106 rekanan. Untuk kontraktor kategori menengah dibagi dua, M1 dan M2. Untuk kontraktor menengah M1 sebanyak 121 rekanan dan M2 sebanyak 32 rekanan. Sedangkan kontraktor besar, juga dua jenis B1 dan B2. Jumlah kontraktor besar B1 sebanyak 9 rekanan dan B2 sebanyak 2 rekanan.

Kontraktor kecil K1 dan K2 banyak tersebar di 10 kabupaten/kota. Untuk kontraktor kecil K1 di Lombok Barat sebanyak 190 rekanan, Lombok Tengah 331 rekanan, Lombok Timur 252 rekanan, Sumbawa 307 rekanan, Dompu 190 rekanan, Bima 69 rekanan, Sumbawa Barat 305 rekanan, Lombok Utara 127 rekanan, Kota Mataram 308 rekanan dan Kota Bima 186 rekanan.

Sedangkan kontraktor kecil K2 di Lombok Barat 23 rekanan, Lombok Tengah 20 rekanan, Lombok Timur 19 rekanan, Sumbawa 17 rekanan, Dompu 12 rekanan, Bima 4 rekanan, Sumbawa 16 rekanan, Lombok Utara 6 rekanan, Kota Mataram 39 rekanan dan Kota Bima 19 rekanan. (nas)