Gubernur dan Menko PMK Serahkan 65 Ribu Rumah untuk Korban Gempa di NTB

Menko PMK Muhajir Effendy didampingi Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah, Kapolda NTB, M.Iqbal dan Danrem 162/WB, Ahmad Rizal Ramdhani meninjau Huntap yang diserahkan kepada warga korban gempa, Jumat, 28 Agustus 2020 kemarin. (Suara NTB/humassetdantb)

Mataram (Suara NTB) – Hari kedua kunjungan kerjanya di NTB, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhajir Effendy, S.Pd, MAP menyerahkan bantuan Hunian Tetap (Huntap) kepada masyarakat Desa Teratak, Batukliang Utara, Lombok Tengah yang terdampak gempa bumi dua tahun lalu.  Secara keseluruhan, Huntap yang diserahkan sebanyak 65.000 unit.

‘’Kedatangan kami ke sini untuk memastikan progres pembangunan rumah tahan gempa. Alhamdulillah hari ini kami menyerahkan kunci rumah tahan gempa sebanyak 65 ribu,’’ sebut Menko PMK, Jumat, 28 Agustus 2020.

Iklan

Selanjutnya, tambah Menko PMK, tugas masyarakat semua untuk segera menempati dan menjaga rumah yang telah diberikan oleh pemerintah tersebut. Menurut Muhadjir, menjaga serta merawat lebih sulit daripada membuat rumah tersebut.

‘’Silakan langsung ditempati, selanjutnya bapak-ibu jaga dan rawat rumah yang telah diberikan ini,’’ ujarnya.

Menko PMK meyakini, di tengah musibah, di tengah kesulitan, pasti ada jalan untuk bangkit dan berlari menjadi daerah yang maju. Baginya, musibah menjadikan kita semakin kuat dan menaruh kita semua pada kedudukan yang semakin tinggi.

‘’Saat gempa dulu, tiga kali saya datang ke NTB. Saya menyaksikan langsung rumah, tempat ibadah dan sekolah hancur rata karena musibah gempa tersebut. Hari ini, kita semua terdampak musibah global, seluruh dunia terdampak, saya bersyukur bisa datang kembali ke NTB,’’ ujarnya.

Untuk itu, dalam kondisi apapun, Menko PMK menyerukan agar warga NTB tetap berbaik sangka dan selalu bersyukur. Sebab, dengan cara itulah kita bisa menikmati apa yang Allah SWT telah berikan kepada kita semua.

‘’Mari kita tetap bersyukur. Musibah ini menguji kesabaran dan ketabahan kita semua,’’ tambah mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur tersebut.

Menko PMK mengucapkan banyak terima kasih kepada Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimanysh atas kesabaran dan ketabahannya dalam memimpin NTB.

‘’Gubernur NTB ini teman dekat saya. Kami kenal sudah sangat lama. Jaringan beliau bukan hanya nasional, tapi juga internasional. Saya yakin, di tangan beliau, NTB pasti semakin maju. Masyarakat NTB harus bangga punya sosok pemimpin seperti Dr. H. Zulkieflimansyah,’’ tutupnya disambut tepuk tangan meriah dari tamu undangan.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimasyah dalam sambutannya, mengucapkan banyak terimakasih kepada Menko PMK atas perhatiannya kepada Provinsi NTB. ‘’Jazakallah Pak Menteri. Semoga bapak selalu dalam kesehatan dan diberikan keafiatan oleh Allah SWT,’’ ujar gubernur.

Mewakili Pemprov NTB beserta seluruh masyarakat NTB, gubernur mengucapkan banyak terimakasih kepada Menko PMK yang kembali berkenan hadir di daerah ini. Gubernur berharap ini bukan kunjungan yang terakhir.

‘’Insya Allah seluruh bantuan, seluruh perhatian yang telah bapak berikan mendapat keberkahan untuk daerah kami tercinta,’’ katanya.

 

Beri Waktu Dua Bulan

Sementara itu, pembangunan RTG dampak gempa Pulau Lombok tahun 2018 di NTB, saat ini masih tersisa sekitar 10.909 unit lagi. Dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sementara Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah mencapai 100 persen alias tuntas.

Menanggapi hal itu,  Muhadjir Effendy memberikan waktu dua bulan bagi satgas penanganan dampak gempa Pulau Lombok untuk menuntaskan sisa RTG yang belum selesai dikerjakan. ‘’Tadi Pak Danrem menyanggupi dua bulan selesai, jadi Insya Allah dua bulan selesai. Dan, ini disaksikan oleh semua,’’  ujarnya.

Terlebih sekarang Inpres No. 7 tahun 2020 terkait perpanjangan masa rehabilitasi dampak gempa sudah ditandaangani oleh Presiden. Sehingga penyelesaian pengerjaan RTG yang belum selesai sudah bisa dilanjutkan kembali. Karena regulasi yang sebelumnya menjadi kendala sudah tidak jadi persoalan lagi.

Muhajir pun memberikan apresiasi khusus kepada jajaran TNI Polri serta unsur pemerintah daerah yang telah berupaya maksimal menyelesaikan pembangunan RTG. Di mana sampai saat ini dari laporan yang masuk sudah sekitar 65 ribu RTG yang selesai dibangun.

Kepada masyarakat yang rumahnya sudah selesai dibangun, bisa segera dihuni. Tapi yang paling penting sekarang bagaimana kemudian RTG yang sudah selesai dibangunkan tersebut bisa dirawat dengan sebaik mungkin. Sehingga bisa bermanfaat untuk jangka panjang. “Rumah yang baik itu akan bisa bermanfaat untuk jangka waktu yang lama kalau dirawat dengan baik,” terangnya.

Salah satu kelemahan masyarakat selama ini ialah kurang baik dalam merawat apa yang sudah dibangun. Jadi hanya suka membangun saja, tetapi kurang mampu merawat. “Pemerintah sudah membangunkan rumah, maka tugas masyarakat selanjurnya merawat apa yang sudah dibangun,” tandasnya.

Terkait tenggat waktu tersebut, Danrem 162/WB Brigjen TNI. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menyelesaikan sisa pembangunan RTG yang belum selesai dalam dua bulan ke depan. Meskipun tenggat waktu yang diberikan sesuai Inpres yang ada sampai bulan Desember mendatang. “Kita akan berupaya maksimal dua bulan ke depan sisa RTG yang belum selesai bisa tuntas,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, dari tujuh kabupaten/kota yang terkena dampak gempa Pulau Lombok dua kabupaten sudah tuntas pengerjaan RTG-nya. Masing-masing Loteng sebanyak 24.218 unit dan KSB sebanyak 18.164 unit. Sisanya Kota Mataram 97,38 persen, dari 14.517 unit tuntas 14.137 unit dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dari 72.843 unit, selesai 64.544 unit atau 88,61 persen.

Kemudian Kabupaten Sumbawa target 13.782 unit, selesai 13.695 unit atau 99,37 persen, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) target 26.970 unit, selesai 26.605 unit atau 98,65 persen. “Yang paling sedikit capainya Kabupaten Lombok Utara (KLU) 74,44 persen. Dari target 55.710 unit, baru selesai 41.468 unit. Dan, akan menjadi prioritas dalam dua bulan kedepan,” tandas jenderal bintang satu ini. (kir)