Gubernur Belum Tandatangani Usulan Pemberhentian dan Pengangkatan Bupati Terpilih

Gubernur NTB,  H.  Zulkieflimansyah (Suara NTB/humasntb)

Giri Menang (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah belum menandatangani surat usulan pemberhentian dan pengangkatan Bupati Lombok Barat (Lobar) terpilih. Sejauh ini, usulan itu belum naik ke meja gubernur. Ia memastikan jika usulan itu masuk, ia segera tanda tangan dan mengusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemda Lobar berharap agar usulan tersebut segera diajukan ke Kemendagri, sebab pemda tak ingin gubernur menunjuk Plt (Pelaksana Tugas) Bupati.

“Gampang kan tanda tangan nanti-nanti juga bisa, kalau bisa tidak angkat Plt kenapa harus ada Plt. Gampang-gampang saja, kalau naik ke meja saja tinggal saya tanda tangan,”katanya saat ditemui di kantor Bupati Lobar, Jumat,  1 Maret 2019.

Iklan

Menurut dia kalau masuk ke meja kerja , ia segera tanda tangan. Ia belum tahu pasti apakah usulan itu sudah ada di mejanya sebab berkas yang ditandatangani sangat banyak sekali di mejanya.

Ketika ditanya apakah ada penunjukkan Plt Bupati Lobar, gubernur menegaskan kalau bisa tidak diangkat Plt.

Sementara itu Sekda Lobar H. Moh. Taufiq berharap pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lobar terpilih tidak diundur. Pasalnya, informasi yang diperoleh dari Kemendagri bahwa pelantikan tetap dilaksanakan pada akhir masa jabatan bupati tanggal 23 April mendatang.

Mengacu aturan dan arahan dari Kemendagri, tidak boleh jabatan kepala daerah diundur atau dimajukan. Saat ini usulan pemberhentian dan pengangkatan bupati sudah ada di provinsi. Usulan ini belum dibawa ke Kemendagri, karena belum ditandatangani oleh Gubernur NTB. “Kalau kepastian yang kami dapat info, pelantikan tetap sesuai dengan akhir masa jabatan beliau tanggal 23 April, sebab masa jabatan kepala daerah tidak boleh diundur atau dimajukan,”tegasnya belum lama ini.  (her)