GTT Loteng Layak Dapat Insentif Rp1 Juta Per Bulan

H. Supli (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), H. Supli, S.H., menyambut baik rencana kenaikan insentif Guru Tidak Tetap (GTT) di daerah ini dari Rp 100 ribu per bulan menjadi Rp 500 ribu per bulan. Bahkan, GTT Loteng layak dapat insentif lebih besar lagi.

“Kita malah berpikir kenapa hanya Rp 500 ribu per bulan. Kenapa tidak Rp 1 juta per bulan,” ungkapnya kepada Suara NTB, Selasa, 24 November 2020.

Dikatakanya, dengan beban tugas dan tanggung jawab yang begitu besar yang diemban para GTT Loteng, sudah sepantasnya mendapat apresiasi yang tinggi dari pemerintah. Itu penting, supaya bisa menjadi tambahan motivasi para GTT di daerah ini untuk terus memberikan kinerja maksimal dalam mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya masyarakat di daerah ini. “Pemerintah daerah harus memperhatikan itu,” tegasnya.

Persoalan sekarang soal kemauan politik pemerintah daerah. Mau tidak mengalokasikan anggaran untuk insentif GTT Loteng sebesar itu, karena kunci sekarang ada di tangan pemerintah daerah. Kalau kalangan DPRD Loteng pada prinsipnya sudah setuju, ada kenaikan besaran insentif bagi GTT di daerah ini.

“Soal dari mana sumber anggarannya, asalnya pemerintah daerah mau pasti ada caranya. Karena kalau bicara kemampuan anggaran, sebenarnya anggaran daerah mampu untuk memberikan insentif bagi GTT jauh lebih besar dari yang diterima sekarang,” imbuhnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng, H.Moh. Nazili, S.IP., yang dikonfirmasi terkait rencana kenaikan besaran insentif bagi GTT Loteng, belum bersedia berkomentar banyak.

Menurutnya, kewenangan terkait kenaikan insentif tersebut ada di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pihaknya dalam kapasitas hanya mengusulkan saja, sesuai petunjuk dari TAPD.

Hanya saja, Nazili mengaku jika melihat kondisi anggaran saat ini tampaknya masih sulit untuk bisa meningkatkan besaran insentif bagi GTT Loteng. Apalagi jumlah GTT Loteng cukup besar, hampir mencapai 3 ribu orang. “Sejauh ini, kita tetap pada besaran insentif sebelumnya. Belum ada perubahan. Jika memang ada peningkatan, kita menunggu petunjuk dari TAPD,”  ujarnya.

Sebelumnya, Penjabat Sekda Loteng, Drs. H.L. Idham Khalid, M.Pd., mengaku ada rencana kenaikan besaran insentif bagi GTT di Loteng, menjadi maksimal Rp 500 ribu per bulan. Hanya saja beban anggaranya tidak dibebankan ke pemerintah daerah. Tapi akan diupayakan tambahan melalui dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

“Polanya, pemerintah daerah tetap akan mengalokasikan insentif bagi GTT sebesar Rp 100 ribu per bulan. Sisanya akan diupayakan melalui dana BOS,” ujarnya.

Sebagai dasar kebijakannya, Pemkab Loteng akan bersurat ke sekolah-sekolah, agar menyisihkan dana BOS untuk menambah insentif bagi GTT di daerah ini. (kir)