GTT di Bima Hanya Digaji Rp 300 Ribu

Bima (Suara NTB) – Jumlah guru di Kabupaten Bima saat ini tercatat 13.000 lebih. Sebanyak 4.000 berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kurang lebih 9.000 tenaga honorer. Baik honorer daerah (Honda) maupun tenaga sukarela.

“Hampir 65 persennya masih berstatus honorer,” kata Kepala Dikpora Kabupaten Bima, Tajuddin, SH kepada Suara NTB, Jumat, 25 November 2016.

Iklan

Kata dia, pegawai Honda per bulan digaji sebesar Rp 300.000/bulan. Sebagai pengganti uang transportasi dan makan. Sementara tenaga sukarela, tidak ditentukan besarannya. Karena hal itu diatur sendiri oleh sekolah tempatnya mengabdi.

“Yang jelas tenaga sukarela tetap ada, namun jumlah dan nilainya tergantung pihak sekolah,” katanya.

Tajuddin mengaku, besaran gaji tersebut terbilang tidak cukup. Besar atau kecilnya yang diterima, tergantung kebijakan Kepala Daerah, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Realistis saja, gaji sebesar itu hanya cukup untuk kebutuhan satu minggu. Tapi kita juga harus mengimbangi keuangan daerah,” ujarnya.

Terpisah Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri mengaku tengah mengupayakan untuk menyejahterakan para guru. Terutama guru honorer dan sukarela yang mengabdi di berbagai sekolah.

“Kita konsen dan tetap memperhatikan kesejahteraan mereka,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, salah satu yang akan dilakukan oleh pemerintah dengan sistem kontrak. Guru-guru yang dikontrak itu akan diupah dengan layak dan ditempatkan diwilayah terpencil atau pelosok.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk memperhatikan nasib guru,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here