GPLI akan Investasi Awal Rp750 Miliar untuk Budidaya Lobster di Lombok

Keramba Jaring Apung di Pantai Telong Elong, Lombok Timur. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim melakukan pertemuan lanjutan dengan Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI), Kamis, 10 Juni 2021 di Mataram.

Pertemuan dilakukan untuk menindaklanjuti komitmen GPLI untuk mengembangkan budidaya lobster di Perairan Lombok.

Iklan

Mewujudkan program Menteri Kelautan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yang juga berkomitmen ingin menjadikan NTB sebagai pusat budidaya lobster nasional.

Sehari sebelumnya, GPLI juga menandatangani kerjasama dengan Bank NTB Syariah untuk kemudahan pembiayaan kepada nelayan budidaya lobster nantinya.

Ketua GPLI, Gunawan, didampingi jajaran pengurus GPLI lainnya mengatakan, ada 25 pengusaha lobster yang tergabung di GPLI. Anggota GPLI ini akan didorong berinvestasi di Lombok, NTB. Saat ini sudah ada 4 perusahaan yang telah memulai investasinya di perairan Sekotong, Lombok Barat. Empat perusahaan ini sudah mengembangkan teknik budidaya lobster dengan sistem kandang. Total sudah dibangun 100 lubang kandang budidaya lobster.

Gunawan mengatakan, komitmen Kementerian KKP menjadikan NTB sebagai pusat budidaya lobster nasional jika memungkinkan ditingkatkan sebagai pusat budidaya lobster dalam lingkup global. “Saya rasa sangat bagus. Dan kami benar-benar ingin mendukung. Dalam arti, maping dan planning bagaimana nantinya konsep budidaya yang diterima oleh masyarakat,” ujarnya.

GPLI memulai investasinya dari perairan Sekotong, hingga di perairan wilayah Buwun Mas. Rencananya minimal 10.000 lubang kandang keramba hingga 15.000 lubang kandang keramba. Jika dihitung, untuk skala industri, setidaknya satu keramba yang dibuat oleh korporasi membutuhkan biaya sebesar Rp50 juta. Jika di total 15.000 keramba, maka korporasi akan berinvestasi hingga Rp750 miliar. nilai investasi ini akan terus ditambah dan kawasan budidaya bisa diperluas.

Budidaya lobster ini bukan hal baru bagi GPLI. Dengan teknologi budidaya yang dimiliki, GPLI sudah lama memulainya di perairan Sumberkimia Gerokgak, Buleleng Bali sebanyak 2.000 lubang keramba. Budidaya yang akan dilakukan di Lombok hanya pengembangannya. Namun akan lebih massif dibanding daerah lainnya. Gunawan menambahkan, meski untuk tahap awal (pilot project) di Lombok ini, fokus pengembangan budidaya lobster dilakukan diperairan barat selatan Kabupaten Lombok Barat, namun GPLI juga mendapatkan mandat untuk melakukan pembinaan kepada nelayan pembudidaya lobster yang ada di seluruh perairan di NTB.

“Misalnya di Telong-Elong, Lombok Timur. Kami juga akan minta anggota melakukan pembinaan budidaya dengan sistem kandang. Yang saya lihat saat ini di Telong-elong, budidaya masih dilakukan tradisional dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA),” jelas Gunawan. Kedepan GPLI melakukan pembinaan kepada masyarakat nelayan pembudidaya menjadi pembudidaya lobster mandiri.

GPLI akan menyiapkan kerambanya, menyediakan pakannya, sampai pembelian hasil produksi. Dengan teknologi keramba kandang, untuk mendapatkan ukuran lobster konsumsi 200 gram sampai 250 gram, dibutuhkan waktu enam bulan. “Setahun ini kita akan melakukan pembinaan terus kepada nelayan. Sampai akhirnya tahun depan nelayan sudah menjadi pembudaya mandiri, bahkan memiliki perusahaan,” demikian Gunawan.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan terimakasih, pemerintah (KKP) sudah mencanangkan Lombok sebagai pusat budidaya lobster nasional. di Pulau Sumbawa di kembangkan shrimp estate untuk budidaya udang vanname. Selain pemerintah, swasta juga ikut berpartisipasi. Dalam hal ini GPLI yang diminta mengembangkan budidaya lobster di Sekotong, Lombok Barat. Lombok Timur dan Lombok Tengah, digarap juga oleh pemerintah.

“Tugas kita adalah memastikan dunia usaha itu nyaman bersama kita. Pokoknya dia (investor swasta) makan nyaman, tidur enak. Pemda itu memfasilitasi jangan main main aja,” demikian Gubernur. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional