GP Indonesia Berpotensi Jadi Seri Pembuka di 2022

Happy Harinto

Praya (Suara NTB) – Grand Prix (GP) Indonesia berpeluang jadi seri pembuka balapan MotoGP di tahun 2022 mendatang. Menyusul keputusan Dorna Sport, membatalkan gelaran MotoGP Indonesia pada tahun 2021 ini, karena pertimbangan pandemi Covid-19. Meski masih ada peluang sirkuit Mandalika di kawasan The Mandalika, menggelar tes pra musim pada akhir musim balapan tahun ini begitu pembangunan sirkuit rampung.

‘’(Soal GP Indonesia jadi seri pembuka balapan MotoGP tahun 2022) Kita masih belum dapat kabar dari Dorna terkait hal itu,’’ aku Chief Strategic Communication Officer MGPA Happy Harinto, kepada Suara NTB, Sabtu, 10 April 2021. Tapi peluang untuk itu tetap ada. Mengingat, Dorna Sport sendiri sudah memutuskan akan menggelar GP Indonesia di awal kalender balapan yakni di bulan Maret.

Iklan

Pada kalender balapan tahun ini, GP Qatar menjadi seri pembuka dan balapannya sendiri digelar pada bulan Maret kemarin. Jadi apakah GP Qatar kembali jadi seri pembuka balapan tahun 2022 mendatang ataukah Indonesia, baru akan diketahui begitu Dorna mengeluarkan jadwal balapan pada bulan Agustus mendatang.

‘’Dorna biasanya mengeluarkan jadwal balapan untuk musim depan dipertengahan bulan Agustus. Jadi untuk jadwal balapan tahun 2022 mendatang, kita tunggu saja nanti pertengahan tahun ini,’’ terangnya.

Soal batalnya Indonesia menggelar balap MotoGP ditahun 2021 ini, kecewa mungkin. Namun menurut Happy keputusan tersebut justru memberikan dampak positif, terutama bagi MGPA selaku penyelenggara balapan di Indonesia. Dimana pihaknya kini punya waktu persiapan yang jauh lebih panjang.

Dengan begitu MGPA bisa mempersiapkan balapan dengan lebih baik dan lebih maksimal. “(Mundurnya gelaran MotoGP Indonesia) Semakin bagus. Bisa semakin matang persiapannya nanti,” ujarnya.

Disinggung apakah dengan batalnya gelaran MotoGP Indonesia tahun ini berpengaruh terkait kontrak kerjasama gelaran MotoGP dengan Dorna, Happy menegaskan tidak ada pengaruh sama sekali. Indonesia tetap akan menggelar balap MotoGP selama 10 tahun. Sesuai dengan kontrak yang sudah disepekati sebelumnya. Jika sebelumnya kontrak berakhir sampai tahun 2031 maka kini sampai tahun 2032 mendatang.

‘’Kita tetap akan menggelar balapan selama 10 tahun. Sebagaimana kontrak yang sudah disepakati.  Meski balapan tahun ini tidak jadi digelar, karena diundur ke tahun 2022 mendatang,’’ ujarnya, seraya menambahkan, terpenting sekarangan doa dan dukungan dari semua elemen masyarakat di daerah ini, bagaimana supaya pembangunan sirkuit Mandalika bisa berjalan lancar.

Sebelumnya, Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer menegaskan, dengan adanya kepastian waktu penyelenggaraan MotoGP Indonesia tersebut pihaknya bisa tetap fokus untuk menyelesaikan pembangunan sirkuit Mandalika. Sekaligus memaksimalkan potensi yang akan diperoleh dari event olahraga kelas dunia ini. Kendati urung menggelar MotoGP ditahun ini, sirkuit Mandalika sendiri tetap akan menggelar balap motor bergengsi lainnya, World Superbike (WSBK) di bulan November mendatang. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional