Golkar Tak Gentar “Kandang” Suhaili Digempur Tiga Kandidat

Mataram (Suara NTB) – Sebagai daerah terpadat kedua di NTB, Kabupaten Lombok Tengah dipastikan akan menjadi medan pertempuran perebutan suara rakyat yang cukup sengit antar kandidat pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018. Semua kandidat tentu berharap dapat mendulang suara maksimal di daerah dengan jumlah pemilih sekitar 800 ribu lebih itu.

Secara politik, Kabupaten Lombok Tengah merupakan kandang bakal calon Gubernur, H. M. Suhaili FT. Karena ia satu-satunya kandidat bakal calon Gubernur yang berasal dari Lombok Tengah. Bahkan saat ini ia sedang menjabat sebagai Bupati untuk periode keduanya.

Iklan

Dengan posisi demikian, ia tentu akan dikepung oleh tiga kandidat bakal calon Gubernur lainnya, yakni H. Moch. Ali BD yang berasal dari Lombok Timur, H. Ahyar Abduh dari Kota Mataram dan Dr. H. Zulkieflimansyah dari Pulau Sumbawa.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi mengaku tidak gentar dengan hal tersebut. Ia memastikan Suhaili tidak saja akan menjadi pemenang di kandangnya sendiri, tapi juga akan memenangkan Pilkada NTB 2018.

“Insya Allah, saya lihat, masyarakat di Lombok Tengah dalam memilih pemimpinnya, masih pada pertimbangan sikap primordialisme. Jadi kalaupun ada yang ke luar, itu tidak akan banyak,” katanya.

Misbach menuturkan, untuk pilkada Lombok Tengah, Suhaili telah teruji dalam hal memenangkan pertarungan. Suhaili bahkan seringkali diserang dengan kampanye negatif.

Namun, hal tersebut tidak membuat masyarakat Lombok Tengah berpaling. Suhaili tetap ke luar sebagai pemenang, karena masyarakat Lombok Tengah sudah merasakan dampak dari hasil kepemimpinan Suhaili selama menjadi Bupati. Wajah Lombok Tengah telah banyak berubah.

Seperti diketahui, Kabupaten Lombok Tengah menjadi bidikan pasangan Ali BD-Gede Sakti, yang maju dari jalur independen. Pasang ini telah memasang target, Lombok Tengah akan menjadi daerah penyumbang suara terbesar kedua bagi kemenangah Ali-Sakti.

“Kita targetkan Ali-Sakti dapat suara 200 ribuan di Loteng,” sebut salah satu tim relawan Ali-Sakti, Tajir Syahroni.

Menurut Tajir, angka itu cukup realistis, karena Loteng juga merupakan daerah asal Gede Sakti, yang tidak lain merupakan rival politik Suhaili paling tangguh pada dua kali Pilkada Lombok Tengah, yang selalu mendapat raihan suara pada nomor urut dua.

Hal itu juga dapat dilihat dari dukung untuk dijadikan syarat maju sebagai calon Independen. Pendukung terbesar kedua terbesar pasangan ini berasal dari Lombok Tengah. Untuk itu, Ali-Sakti adalah kandidat yang akan menjadi ancaman cukup serius bagi Suhaili, khususnya di Lombok Tengah.

Sementara itu, dua pasangan kandidat lainnya, yakni H. Ahyar Abduh – Mori Hanafi dan Dr. H. Zulkieflimansyah-Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, juga sama-sama menjadikan Lombok Tengah sebagai daerah garapan untuk mendulang suara maksimal. Kedua pasangan ini, sudah mulai masuk menjajaki suara kandang Suhaili ini.

“Kita siap memenangkan pasangan Zul-Rohmi di Lombok Tengah. Kita akan kerahkan kekuatan kita untuk bisa mendapatkan suara maksimal di Loteng,” ujar Mamiq Alex, salah satu anggota DPRD NTB dari Fraksi Demokrat.

Pasangan Ahyar – Mori juga tentu tidak bisa diremehkan kekuatannya. Ia juga membeberikan acaman serius untuk menggebosi suara Suhaili di Lombok Tengah. Dengan dukungan tujuh partai koalisi, pasangan ini akan menggerakkan semua mesin politik parpol pengusungnya untuk mendulang suara maksimal di Loteng.

Diketahui, parpol pengusung utama pasangan ini, yakni Gerindra, saat ini memiliki kader yang tengah duduk sebagai Wakil Bupati. Diatas kertas, tentu  hal tersebut menjadi modal yang cukup besar bagi Ahyar untuk meraih suara di Lombok Tengah. (ndi)