Golkar Klaim SK Suhaili – Amin Sudah Diteken

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua DPD I Partai Golkar NTB Bidang Kominfo Dan Penggalangan Opini, Chris Parangan menyampaikan bahwa, Surat Keputusan (SK) dukungan DPP Partai Golkar untuk pasangan bakal calon Gubernur dan balon Wakil Gubernur Provinsi NTB, M. Suhaili FT-Muh. Amin,  sudah tidak diragukan lagi. Karena, SK tersebut sudah ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

Demikian disampaikan oleh Chris Parangan, ketika dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 3 November 2017 kemarin. “SK untuk Provinsi sudah selesai, sudah ditandatangani kok sama Ketua Umum, pak Setya Novanto,” ujarnya.

Iklan

Hal itu ditegaskan DPD I Partai Golkar, untuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait kejelasan SK dukungan DPP Golkar pada Ketua DPD I Golkar NTB, H. M. Suhaili FT.

“Dari empat pilkada di NTB, untuk provinsi sudah, dan untuk Pilkada Lotim dan Kota Kima, juga sudah. Tinggal satu yang belum, untuk Lobar saja,” tambahnya.

Lantas jika memang SK untuk Suhaili-Amin tersebut sudah ditandatangani oleh Setya Novanto. Apa alasan Partai Golkar sampai saat ini belum memberikannya pada Suhaili-Amin?

Chris menjawab, bahwa SK tersebut masih tertahan di laci meja Setya Novanto. Adapun alasannya sampai saat ini masih belum diberikan pada Suhaili, karena masih menunggu keputusan dukungan untuk Pilkada Lobar. Sebab menurut rencana, SK Partai Golkar akan diberikan secara kolektif untuk empat Pilkada NTB.

“Sudah semua, kecuali untuk Lobar. SK itu sudah dilacai Pak Setnov semua, saya sudah lihat kok SK itu. Tinggal nanti diberikan secara kolektif,” jelasnya.

Terakhir disampaikan Chris, bahwa dengan sudah jelasnya SK dukungan Golkar untuk pasangan Suhaili-Amin itu. Maka tidak ada keraguan lagi terkait hal tersebut. Untuk itu ia meminta pada semua pihak untuk tidak lagi mengutak-atik SK Golkar untuk Suhaili-Amin itu.

“Jadi untuk empat pilkada ini, hanya satu yang belum, Lobar saja. Untuk itu sebenarnya SK Suhaili-Amin ini ndak perlu digoreng-goreng, karena sudah selesai. Hanya Lobar saja ini yang masih gorengan,” pungkasnya. (ndi)