Godok Konservasi Partisipatif Tangani Kerusakan Hutan

Zainal Abidin. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Penanganan kerusakan hutan menjadi salah satu prioritas pemkab Sumbawa saat ini. Sementara ini, upaya yang diambil menggodok rencana aksi konservasi partisipatif. Artinya penghijauan kembali di hutan yang rusak secara bersama.

“Jadi kita sepakati konservasi yang akan dilakukan konservasi secara bersama. Konservasi partisipatif. Tidak apa-apa kecil-kecil kita lakukan, 10 hektar, 20 hektar tetapi massif penanaman kembali. Mau di lahan sendiri ditanam atau kawasan hutan yang penting tanam pohon,” kata Penjabat sementara (Pjs) Bupati Sumbawa, Ir. Zainal Abidin, M.Si.

Iklan

Dijelaskannya, terkait penanganan kerusakan hutan ini sudah dilakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait. Dari hasil olahan citra lenset yang dipaparkan Bappeda, ada perubahan tutupan lahan sekitar 5.000 hektare pertahun.  “Dari tadinya berhutan, terus ke tanah terbuka ada perubahan sekitar 5 ribu hektare. Sekitar antara 2015 sampai 2019, sekitar 30-an ribu. Tapi belum kita deteksi perubahan dari tahun 2000 sampai 2020 sepuluh tahun. Sedang digarap Bappeda berapa perubahannya. Dari situ kita bisa konversi nanti kepada volume air permukaan. Perubahan penurunan muka air tanah, nanti kita konversikan. Jadi akan kita lanjutkan untuk bahas hal teknis,” bebernya.

Artinya, untuk sementara upaya ini yang akan dilakukan. Tetapi sedang digodok langkah aksinya. Nanti Bappeda akan menggodok langkah aksinya, siapa berbuat apa. Provinsi dan kabupaten harus bersinergi untuk penanganan kerusakan hutan. Karena yang paling utama adalah bagaimana mengajak peran serta semua pihak dalam melakukan penanganan. “Karena yang kita urus ini kan orang. Paling utama kan orang. Yang merusak hutan dan peladangan liar  sama orangnya. Jadi itu yang kita utamakan. Jadi harus ada pergerakan massive. Kita juga memperhatikan mereka. Kalau kita tidak lakukan sama sekali semakin rusak. Penindakan terhadap illegal logging juga. Bagaimana mereka tidak merambah ke kawasan hutan disitu kita juga harus menyediakan sumber pendapatan juga. Umpamanya kita manfaatkan hutan untuk tanam kayu untuk wisata atau apa kan bisa jadi penghasilan,” tandasnya. (ind)