Go-SIM dan Samsat Apps Mulai Layani Masyarakat

(kanan ke kiri) Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal, Wagub NTB Dr’. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Noviar, dan Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani meluncurkan inovasi pelayanan publik Go-SIM dan Samsat Apps, Selasa, 22 September 2020 pada rangkaian peringatan HUT ke-65 Bhayangkara Lalu Lintas Polda NTB.(Suara NTB/Humas Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Inovasi Go-SIM dan Samsat Apps meluncur tepat di hari peringatan HUT ke-65 Bhayangkara Lalu Lintas tahun 2020. Dua program berbasis teknologi informasi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat. Mengurus SIM dan membayar pajak kendaraan cukup dari rumah. Implementasi ini sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meluncurkan inovasi tersebut, Selasa, 22 September 2020 di Mapolda NTB. Bersama Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Lalu Lintas Polda NTB Kombes Pol Noviar dan Kepala Bappenda NTB. Dr. Ir.H.Iswandi, M.Si, Kepala Jasa Raharja NTB, Mulyadi serta pejabat terkait lainnya.

Iklan

‘’Dari sini masyarakat akan mudah terlayani. Kesadaran masyarakat juga akan meningkat. Inovasi Go-SIM dan Samsat Apps kita apresiasi karena ini kebutuhkan kita di masa pandemi,’’ ucap Umi Rohmi mengapresiasi inovasi Ditlantas Polda NTB tersebut.

Inovasi ini diharapkan mendapat sambutan masyarakat melalui kepatuhan berlalu lintas. Di sisi lain, pemilik kendaraan bermotor dapat meningkat kesadarannya menunaikan kewajiban membayar pajak. Seiring pula edukasi keselamatan berlalu lintas menekan angka fatalitas kecelakaan.

‘’Harapannya, inovasi ini akan mengurangi penundaan pembayaraan pajak dan mempermudah pengurusan SIM. Penegakan hukum semakin meningkat sehingga tidak ada yang berani ugal-ugalan di jalan,’’ ujar Wagub.

Sementara Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal menambahkan, Polantas terus membenahi diri dalam menjalankan fungsi pelayanan dan penegakan hukum. Di wilayah NTB selama kurun waktu enam bulan terakhir, rata-rata satu orang meninggal dunia per-dua hari akibat kecelakaan lalu lintas.

Angka itu menunjukkan rasio kematian yang hampir sama dengan Covid-19. ‘’Intervensi fungsi lalu lintas untuk mendisiplinkan masyarakat di jalan raya. Sama dengan upaya kita mendisiplinkan masyarakat untuk patuh protokol kesehatan Covid-19,’’ ujar jenderal bintang dua yang berpengalaman di bidang Lantas ini.

Iqbal menambahkan, Ditlantas Polda NTB diberi target pendisiplinan masyarakat di jalan raya. Sekurang-kurangnya, setiap pengguna jalan pengendara roda dua mematuhi protokol keselamatan menggunakan helm standar nasional.

‘’Terus hadirkan keselamatan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan. Jadilah pahlawan. Mudah-mudahan masyarakat NTB tertib semua,’’ harapnya.

Kapolda NTB mengucapkan selamat ulang tahun kepada fungsi lalu lintas yang ke-65, pada peringatan hari lalu lintas ini temanya adalah Road Safety Policing. Tema ini, bagaimana melakukan pemolisian di bidang lalu lintas untuk berkeselamatan di jalan raya.

Lebih jauh, Iqbal menyampaikan apresiasinya terhadap terobosan pelayanan digital. “Saya ucapkan terima kasih dan menghargai luar biasa terobosan kreatif yang dilakukan oleh pak Dirlantas dan tim  melalui program yang baru saja kita launching bersama Ibu Wagub, saya dan pak Danrem, yaitu program Go-SIM dan SamsatApps di jajaran Polda Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Terobosan pelayanan digital ini, dinilai sangat tepat terlebih pada masa pandemi saat ini. ‘’Terima kasih banyak, Go-SIM ini semangatnya sama dengan semangat Ibu Wagub, sehingga kita mengurangi kerumunan masyarakat untuk memutus mata rantai Covid-19 ini. Terobosan ini tidak banyak dilakukan oleh Polda-polda lain,’’ katanya.

Sementara Direktur Lalu Lintas Polda NTB Kombes Pol Noviar menjelaskan, aplikasi Go-SIM ditujukan pada pemohon yang mengurus SIM baru maupun perpanjangan. Pengurusannya berbasis internet yang terhubung langsung dengan Korlantas Polri. Hal ini untuk mengurangi kerumunan di fasilitas pelayanan.

‘’Ini SIM-nya setelah jadi, dicetak lalu diantar ke rumah pemohon. Semuanya melalui aplikasi online. Ini implementasi e-policing,’’ terang Noviar.

Go-SIM mengedepankan kemudahan yang tujuannya memutus mata rantai potensi penularan Covid-19 pada satuan pelayanan publik. Teknisnya, pemohon mendaftarkan diri melalui SIM Online Korlantas Polri simkorlantas.go.id.

Selanjutnya pemohon menuju Satuan Pelayanan di Polres yang dituju sambil menyerahkan dokumen persyaratan dan bukti pembayaran. Pemohon lalu mengikuti prosedur identifikasi, ujian teori dan praktik.

Apabila pemohon SIM baru kemudian dinyatakan lulus ujian, maka pemohon dipersilakan langsung meninggalkan lokasi. Sementara operator Go-SIM akan mengantarkan SIM pemohon di hari yang sama.

Adaptasi kebiasaan baru selanjutnya pada aspek kemudahan masyarakat menunaikan kewajibannya membayar pajak kendaraan. Pemohon tidak perlu mengurus pembayaran pajak perpanjangan di Kantor Samsat. ‘’Cukup lewat WhatsApp saja. Sudah terfasilitasi secara online. Nanti bukti pajaknya diantarkan ke rumah,’’ jelas Noviar.

Mekanismenya, sambung dia, wajib pajak mengirimkan dokumen identifikasi ke nomor WhatsApp 0811 3800 0300. Konfirmasi pelayanan disesuaikan dengan UPT Pelayanan Samsat sesuai lokasi pengantaran.

Wajib pajak mengirimkan pesan berisi nomor kontak, foto KTP, STNK, dan notice pajak. Permohonan yang memenuhi syarat kemudian diproses. Selanjutnya, wajib pajak dikirim pesan balasan tentang informasi jumlah pembayaran.

Wajib pajak selanjutnya dapat memilih pembayaran di tempat saat pengantaran atau melalui transfer rekening. Pembayaran kemudian akan diverifikasi jajaran Regident atau UPT Samsat.

Verifikasinya berupa pencocokan identitas KTP dengan STNK. Setelah cocok, dokumen disetujui untuk dikirim. Wajib pajak akan mendapat balasan otomatis yang meminta berbagi peta untuk pengantaran.

Tetapi, untuk pengurusan pajak lima tahunan tetap harus melalui Kantor Samsat. Sebab ada mekanisme identifikasi forensik kepolisian dan penegakan hukum. ‘’Yang lima tahun tetap harus hadir untuk dicek perubahan fisiknya dan kelayakannya,’’ terangnya.

Noviar menambahkan, fokus pelayanan publik ini melengkapi kegiatan sosial dalam rangkaian HUT ke-65 Lantas Polri. Tujuannya meringankan beban masyarakat yang terdampak ekonomi dan sosial akibat pandemi Covid-19. (why)