GNE Siap Hidupkan Kembali RPH Banyumulek

Samsul Hadi. (Suara NTB/dok)

PT. Gerbang NTB Emas (GNE), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam aneka usaha berencana akan mengelola kembali Rumah Potong Hewan (RPH) Banyumulek, milik Pemprov NTB.

Komitmen ini disampaikan Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi kepada media ini. PT. GNE sendiri telah melakukan persiapan menghidupkan kembali RPH Banyumulek. Dulunya, PT. GNE pernah mengelola RPH berstandar nasional ini. Namun, tersendat dari sisi bisnisnya, GNE pun meninggalkan RPH ini.

Iklan

“Kita sedang mempersiapkan meng-on– kan kembali RPH Banyumulek. Rencananya selesai lebaran (Idul Fitri ) ini kita optimalkan,” katanya pekan kemarin.

Diakuinya, ada beberapa partner bisnis GNE, yang sudah siap untuk mengelola bisnis hilir sektor peternakan ini. Sebelum pengoperasian RPH Banyumulek, rencananya akan dilakukan identifikasi terlebih dahulu peralatan-peralatan yang harus diperbaiki.

Lama alat-alat dan mesin di RPH Banyumulek vakum, Samsul mengatakan harus mendatangkan ahli untuk memperbaikinya. Lalu berkolaborasi dengan beberapa perusahaan partner dari Jakarta dan Surabaya yang juga akan datang mengecek kondisi RPH ini.

Jika dinyatakan sudah siap, nantinya akan dilihat produk-produk apa saja yang akan dibuat dari RPH Banyumulek. Dulunya GNE pernah mewacanakan akan membuat produk Sasambo Beef. Namun, pihaknya akan dilihat terlebih dahulu peluang pasarnya.

“Kalau saya sih berpikir realistis, potensi pasar yang kita garap adalah pasar lokal targetnya. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan daging di hotel, dan restoran. Karena NTB adalah daerah pariwisata,” ujarnya.

Tak menutup kemungkinan untuk kebutuhan masyarakat lokal. Barulah dipikirkan kembali  secara bisnis layak atau tidak ekspansi ke pasar luar daerah. Peluang-peluang pasar inilah yang juga tengah diidentifikasi. Tetapi yang paling penting baginya, menormalisasi kembali RPH Banyumulek yang saat ini mati suri.

GNE sudah melakukan juga koordinasi dengan Pemprov NTB, dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB. Pemprov menurutnya sudah memberikan lampu hijau. Apalagi Pemprov NTB sendiri menginginkan aset daerah ini dioptimalkan. “Menurut saya, pasti bisalah jalan (RPH Banyumulek). Yang terpenting adalah konsep bisnisnya seperti apa, dan bisa diyakinkan partner kita,’’ demikian Samsul.

Rencana menghidupkan kembali RPH Banyumulek ini bukan keterpaksaan. Dari sisi marketnya dinilai cukup terbuka, fasilitas RPH juga sudah lengkap. Tinggal dioptimlkan kembali saja. Untuk pemotongan , harapannya bisa 10 ekor sehari. Selain sapi potong lokal, jika memungkinkan dan dibutuhkan.  ‘’Nanti kita lihat peluangnya. Kalau misalnya kita bisa datangkan sapi luar kalau harganya memang bagus,’’ demikian Samsul.(bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional