Global Hub Kayangan Masuk Proyek Prioritas Nasional

Ilustrasi desain tata ruang di Global Hub. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Selain kawasan industri smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Pemerintah Pusat juga menetapkan Global Hub atau Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terakomodir di dalam RPJMN 2020 – 2024.

Dengan masuk dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, maka proyek pembangunan Bandar Kayangan menjadi prioritas nasional.

Iklan

Dalam Perpres No. 18 Tahun 2020, dikatakan bahwa pengembangan kawasan Bandar Kayangan sebagai pusat pertumbuhan baru dengan bertumpu pada skema investasi swasta.

‘’Karena Global Hub itu murni bisnis, investasi swasta. Kita support kawasan pendukungnya saja, penyiapan infrastruktur dasarnya,’’ jelas Kepala Bappeda NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M. TP dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 17 Februari 2020.

Ardhi menjelaskan, pengembangan Bandar Kayangan murni lewat skema investasi swasta. Pengembangan Bandar Kayangan akan dilakukan pada lahan seluas 7.000 hektare.

Ia mengatakan, dalam Konsultasi Regional PUPR di Labuhan Bajo, Selasa, 18 Februari 2020 hari ini, pihaknya akan menanyakan juga soal dukungan pembangunan infrastruktur dasar dalam pengembangan Bandar Kayangan dari Kementerian PUPR.

Selain itu, Pemprov juga perlu bertemu dengan Pengelola Bandar Kayangan terkait progres dan dukungan infrastruktur yang diperlukan untuk mempercepat realisasi pembangunan di lapangan.

‘’Soalnya, dia sepi ini. Makanya kita perlu ketemu dulu dengan mereka (pengelola Global Hub). Ketika kita dukung infrastrukturnya, kita tanya mereka bagaimana progresnya,’’ tandas Ardhi.

Terkait pengembangan Bandar Kayangan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, PT. Diamar Mitra Kayangan telah  menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Sungdong Industry Group.

Investor asal Korea ini akan menggelontorkan investasi sebesar 1 miliar dolar Amerika untuk membangun industri kapal di Bandar Kayangan. Penandatangan MoU dilakukan di Jakarta, 4 Agustus 2019 lalu.

MoU atau kesepakatan bersama tersebut untuk membangun dan mengoperasionalkan kompleks pembuatan kapal di  Bandar Kayangan KLU. MoU tersebut ditandatangani antara Pemprov NTB, Pemda KLU dan PT. Diamar Mitra Kayangan dengan PT. Sungdong Industry Group.

PT. Sungdong Industry Group merupakan sebuah perusahaan yang terdaftar di Republik Indonesia yang memiliki kantor terdaftar di lantai 28, Menara Kantor Ciputra, Kompleks Dunia Ciputra, Jl Pf. Satrio Kav. 3-1 Jakarta. Sedangkan PT. Diamar Mitra Kayangan merupakan perusahaan yang ditunjuk untuk mengembangkan kota baru yaitu Bandar Kayangan KLU sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017.

Dalam PP tersebut, Bandar Kayangan KLU ditetapkan  sebagai daerah penggerak utama nasional atau kawasan andalan nasional. Terdiri dari pelabuhan hub internasional, kompleks industri, komersial, sosial, dan daerah perumahan. (nas)