Gili Lunjer, Keindahan Alam yang Tersembunyi di Selatan Lotim

Pantai Gili Lunjer Desa Kuang Rundun Kecamatan Jerowaru, potensi alam yang tersembunyi di selatan Lotim. (Suara NTB/ist)

Gili Lunjer, salah keindahan alam di ujung selatan Lombok Timur (Lotim) yang tersembunyi. Lokasi pantai yang terletak di wilayah administratif Desa Kuang Rundun Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lotim itu dulu hanyalah semak-semak belukar yang tak terurus. Belakangan kemudian mulai ditata oleh pelaku wisata bersama pemerintah desa setempat.

KEPALA Desa Kuang Rundun, Jinastri kepada Suara NTB, pekan kemarin menuturkan setelah dilakukan penataan objek wisata ini pun terus ramai dikunjungi wisatawan. Pihak desa sudah mempersiapkan Rp200 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (ABPDes)nya untuk menata kawasan pantai tersebut. “Sekarang, Gili Lunjer ini menjadi tempat wisata andalan kami,” ucapnya.

Iklan

Dituturkan, Gili Lunjer dulu diberi nama Gili Lebur, lalu diubah lagi menjadi Pantai Bowok Gili Lunjer. Kata Bowok diambil dari satu jenis binatang laut yang banyak ditemukan di pantai tersebut. “Bowok itu bulu babi,” terangnya.

2018, oleh pelaku wisata diubah lagi namanya dengan sebutan Pantai Kobra. Hal ini dikarenakan pantai ini yang terlihat tak terawat. Terakhir nama Lunjer ditetapkan oleh pihak desa dengan para pelaku wisata dan terus dikembangkan dengan gelaran sejumlah kegiatan wisata.

Atraksi-atraksi wisata yang digelar di Lunjer dengan tagline, Gili Lunjer bikin ngiler. Kades ini pun berencana akhir bulan ini akan menggelar satu event menarik, menikmati malam purnama sambil kemah di kawasan pantai.

Kades dua periode di Kuang Rundun ini pun mengaku tidak bisa berbuat banyak tanpa bantuan dari para pelaku wisata yang peduli untuk mengembangkan desa. Harapannya, nama Lunjer yang berarti berdiri tegak diharapkan bisa memancing minat banyak wisatawan untuk datang.

Kades ini juga berharap desa-desa tetangganya bisa diajak untuk kolaborasi dalam pengembangan wisata. Kuang Rundun berbatasan langsung dengan Desa Ekas Buana. Banyak juga pilihan objek wisata yang ada di Ekas yang bisa dikaitkan dengan wisata di Kuang Rundun. “Kita coba untuk saling dukung untuk pengembangan wisata demi meningkatkan ekonomi masyarakat,” harapnya. (rus)