Gili Kondo, Pulau Kosong yang Diminati

Gili Kondo, meski tak ada fasilitas penunjang tapi tetap diminati wisatawan.(Ekbis NTB/ist)

Gili Kondo yang terletak di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan pulau kosong yang cukup diminati para wisatawan. Selama pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), Gili Kondo memang sempat tidak ada pengunjung sama sekali. Akan tetapi setelah pemerintah membuka dua pekan terakhir, Pulau Kecil Kondo ini kembali ramai.

Pelaku Wisata Sambelia, Suyanto Suladi kepada media ini Minggu kemarin menjelaskan, semenjak dua pekan terakhir ini mulai ada yang berdatangan. Hanya saja semua masih wiatawan lokal. Belum ada wisatawan mancanegara. “Sehari bisa 50 orang yang datang lewat penyeberangan kita,” ungkapnya.

Iklan

Dihitung dengan jumlah pengunjung yang menyeberang lewat dermaga lagi, setiap hari ada sekitar 100-150 orang. “Di sini kan ada dua dermaga penyeberangan, jadi sekitar 100 orang setiap hari ada yang menyeberang ke Kondo,” tuturnya.

Dibandingkan dengan intensitas kunjungan wisatawan sebelum pandemi, Kondo katanya tidak pernah sepi. Pulau kecil yang dikelilingi juga beberapa pulau indah lainnya ini selalu ramai sebagai tempat persinggahan sementara. Tidak sedikit pula yang menginap.

Melihat jumlah wisatawan yang berkunjung, menurut Suyanto pemerintah sebenarnya rugi jika tidak memperhatikan Kondo. Ada juga Gili Bidara, Petagan dan Gili Kapal. Semuanya menanti sentuhan dari pemerintah.

Saat musim liburan, antrean kunjungan ke pulau kecil yang belum ada fasilitas apa-apa ini sangat banyak. Ribuan orang berebut ingin menikmati keindahan pasir putih Gili Kondo.

Besar harapan pelaku wisata Sambelia dibangun fasilitas-fasilitas penunjang pengunjung. Diketahui, sudah berulang kali akan ada investor yang berminat membangun Gili Kondo. Akan tetapi sampai sekarang tidak kunjung ada yang terealisasi.

Fasilitas penunjang pun sangat minim. Ada rencana pemerintah akan membangunkan kamar mandi. Akan tetapi sampai sekarang belum ada yang dilaksanakan. Diharapkan, pembagunan sarana ini segera dilakukan, mengingat Kondo ini sebenarnya bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Lotim. (rus)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here