Gili Balu Rawan Pengeboman Ikan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Kelautan Perikanan (DKP) KSB mencatat dua lokasi rawan pengeboman ikan. Dua lokasi tersebut yakni di wilayah selatan dan di lokasi gili Balu.

Kepala DKP KSB kepada Suara NTB melalui Kabid Sumber Daya dan Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSP-KP), Agusman, S.Pt, Senin, 30 Januari 2017 menyebutkan untuk dua lokasi rawan tersebut masalahnya sangat bervariasi.

Iklan

Untuk wilayah selatan, yakni Kecamatan Maluk dan Sekongkang, pihaknya sangat mengatensi terkait adanya penangkapan benih lobster. Bahkan di lokasi tersebut, berdasarkan laporan yang ada sudah kerap terjadi penangkapan lobster ini.

Dia mengatakan, untuk lobster ini sudah ada UU yang mengatur mana yang boleh ditangkap dan mana yang tidak boleh. Sementara untuk lobster yang bisa ditangkap dengan kisaran ukuran yang 8-12 centimeter (cm).

Sementara, untuk lokasi lainnya yakni gugusan pulau yang berada di gili Balu tepatnya di pulau Belang. Di lokasi tersebut, biasanya masyarakat yang berasal dari luar KSB kerap melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan potasium.

Di lokasi tersebut, potensi biota lautnya bagus dan sangat menjanjikan. Potensi ini membuat para nelayan tergoda mendapatkan ikan yang banyak.

Menyikapi masalah ini, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan para Kades yang berada di lokasi tersebut untuk bisa melakukan pengawasan bersama.

Selain itu, pihaknya juga akan intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tentu dengan harapan supaya tidak ada lagi masyarakat yang melakukan penangkapan ikan dengan cara ilegal.

“Kami berharap kepada semua masyarakat dalam penangkapan ikan supaya tidak menggunakan zat-zat yang berbahaya,” ujarnya. Terhadap dua lokasi rawan tersebut, pihaknya juga akan intens melakukan kordinasi dengan DKP provinsi untuk melakukan pengawasan. (ils)

  Bawang Putih Sembalun Belum Bisa Bersaing dengan Produk Impor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here