GHA Sayangkan Ritual Adat KLU Tak Masuk Kalender Event

Lalu Kusnawan (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Kalender even Budaya dan Pariwisata yang diterbitkan Dinas Pariwisata NTB, mendapat sambutan positif dari Gili Hotel Association (GHA) Kabupaten Lombok Utara. Sayangnya, dari sekian banyak event tidak satu agenda adat dan budaya di KLU yang masuk dalam list kalender event tersebut.

“Harusnya Kalender of Event oleh Provinsi NTB mengakomodir ritual adat budaya di KLU. Amat kami sayangkan, tidak masuk, harusnya bisa masuk salah satu,” ujar Ketua GHA KLU, Lalu Kusnawan, Jumat, 26 Februari 2021.

Iklan

Kalender of Event yang dijadwalkan oleh Pemprov NTB ia yakini mampu menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Langkah tersebut sangat didukung oleh GHA di tengah upaya pemulihan pariwisata akibat pandemi.

Ia melihat, tidak masuknya gelaran adat dan budaya di KLU pada kalender even Pemprov NTB dimungkinkan karena tidak adanya koordinasi atau usulan dari KLU. Bisa pula, Pemda KLU kemungkinan memiliki Kalender of Event sendiri sehingga tidak mengajukan salah satu kegiatan kepada pemerintah Provinsi. “KLU punya banyak ritual adat, dan potensi kekayaan alam. Heterogenitas KLU di mana berkembang tiga agama berbeda tetapi mampu hidup rukun dan damai juga menjadi daya tarik yang bisa dipelajari oleh masyarakat luar,” paparnya.

Selaku Ketua Laskar Sasak Lombok Utara, Kusnawan berharap semangat “Mengembalikan Marwah KLU” yang diusung Bupati, H. Djohan Sjamsu, SH., dan Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST. M. Eng., memberi dampak positif bagi perkembangan lintas sektor di KLU. Khusus sektor pariwisata, pihaknya berharap ada komunikasi hulu hilir untuk membuat pariwisata berkembang serta mendukung peningkatan pendapatan asli daerah.

“Saatnya untuk duduk bersama stakeholder, setuju tidak setuju, kita (GHA) masih jadi motor pariwisata. Saatnya membangkitkan semangat, apakah nanti berdiskusi dengan Bupati, atau Staf Khusus, kami akan beri masukan. Karena terus terang saja, pariwisata kita premium tourism,” sambungnya.

Sementara pada jangka panjang, ia juga berharap ada perencanaan strategis yang dilakukan instansi terkait. Kalender of Event merupakan salah satu agenda yang harus disiapkan secara bertahap. “Kalender of event, yang penting sudah ada dulu sebagai persiapan menyambut Moto GP.”

“Tidak perlu besar, kita awali dari yang kecil. Tahun berikutnya bisa diagendakan lebih matang, sehingga promosi kita tidak bersifat parsial,” pungkasnya. (ari)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional