Gerindra Pastikan OTT Edhy Prabowo Tak Berimbas ke Dukungan Partai di Pilkada

H. Ridwan Hidayat. (suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo oleh KPK terkait kasus ekspor benur lobster menjadi pukulan keras terhadap Partai Gerindra. Pasalnya selama ini, Partai Gerindra dikenal sebagai partai yang cukup lantang berteriak memerangi korupsi, justru kadernya sendiri melakukan perbuatan tersebut.

Kasus korupsi ekspor benur lobster yang menyeret Edhy Prabowo tersebut tidak hanya berhenti pada persoalan hukum semata. Namun juga memiliki imbas cukup besar terhadap eksistensi Partai Gerindra. Kekhawatiran terutama dirasakan oleh para Paslon Pilkada serentak 2020 yang didukung dan diusung Partai Gerindra.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat yang dikonfirmasi terkait dengan hal itu membantah kasus Edhy Prabowo tersebut akan membawa dampak sampai Daerah, khususnya ke Pilkada. Ia memastikan kasus tersebut sama sekali tidak memberikan pengaruh negatif terhadap para paslon yang diusung Gerindra di Pilkada 2020.

“Itukan persoalannya di pusat, sangat jauh dari daerah. Jadi tidak ada pengaruhnya ke daerah. Kita di sini baik-baik saja, Gerindra terus solid bergerak memenangkan Pilkada,” ujar Ridwan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Utara (KLU) Sudirsah Sudjanto. Ia menegaskan bahwa kasus Edhy Prabowo tersebut tidak membawa pengaruh politik ke Pilkada serentak 2020, khususnya di KLU. “Saya rasa itu urusan pusat lah, dan tidak berefeknya ke daerah. Karena kan masalahnya di Pilkada ini yang kita pilih itu Bupati dan Wakil Bupati. Oleh karena itu, saya rasa itu tidak membawa efek dan imbas apa-apa ke Pilkada,” katanya.

Namun demikian, Sudirsah mengaku prihatin dengan insiden tersebut yang menyeret salah satu kader terbaik Partai Gerindra. “Tapi kita sudah dengar pernyataannya Pak Edhy bahwa beliau juga langsung mundur dari kementerian dari partai, itu cukup luar biasa,” katanya. (ndi)