Gerindra Berpeluang Cetak Sejarah Kuasai Udayana

Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi saat memantau proses input rekapitulasi internal data C1 perolehan suara Pileg 2019 di Kantor DPW PKS NTB. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Partai Gerindra berpeluang menciptakan sejarah pada Pemilu DPRD Provinsi NTB kali ini. Gerindra diperkirakan menjadi Parpol pertama yang menyudahi dominasi perolehan kursi Partai Golkar di DPRD NTB. Hal itu terlihat dari sejumlah sumber penghitungan suara yang dipantau Suara NTB, Minggu, 21 April 2019.

Seperti diketahui, dari Pemilu ke Pemilu, Partai Golkar selalu menjadi peraih kursi terbanyak di DPRD NTB. Secara otomatis, kursi Ketua DPRD NTB juga diduduki oleh politisi dari partai berlambang beringin ini. Namun, di Pemilu 2019 ini, Partai Gerindra sepertinya akan mengakhiri tren tersebut.

Iklan

Data hasil real count KPU yang dipublikasikan melalui laman pemilu2019.kpu.go.id, hingga Minggu, 21 April 2019 pukul 19.45 Wita memperlihatkan tren kemenangan Partai Gerindra di Pemilu DPRD Provinsi NTB.

Suara yang sudah terunggah memperlihatkan, Gerindra meraih dukungan di banyak Dapil di NTB. Berdasarkan hitungan sementara, Gerindra memimpin total perolehan suara sementara di NTB dengan 11,88 persen suara. Sementara Partai Golkar meraih 11,04 persen suara.

Meski demikian, angka ini tentu saja masih di atas kertas. Hasil akhir bisa saja berbeda mengingat proses penghitungan suara manual masih berjalan.

Selain hasil sementara di situs KPU, kans Gerindra mencetak sejarah itu juga terkonfirmasi oleh data internal PKS. Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi, SE, MM mengakui, berdasarkan hasil rekapitulasi internal PKS, Partai Gerindra memang memimpin perolehan suara di setiap Dapil untuk DPRD NTB. Sehingga, PKS pun memprediksikan Gerindra akan keluar sebagai pemenang Pemilu untuk DPRD NTB.

Bahkan, perolehan suara Gerindra juga sudah menyalip posisi Golkar. Sehingga kursi Ketua DPRD NTB yang selama ini jadi langganan Golkar, berpeluang digantikan Gerindra.

Abdul Hadi juga mengungkap adanya tren positif perolehan suara PKS pada Pileg 2019 ini. Hal ini tidak saja terjadi di Pemilu DPR RI Dapil NTB I dan NTB II, namun juga di tiap Kabupaten/Kota se-NTB. Dari data hasil rekapitulasi internal yang mereka olah, PKS telah memprediksi perolehan kursi mereka.

Untuk DPR RI, PKS optimis meraih masing-masing satu kursi dari NTB I dan NTB II. Untuk DPRD Provinsi, PKS juga telah memiliki gambaran perolehan kursi mereka berdasarkan perolehan suara yang masuk di tiap-tiap Dapil. PKS optimis pada Pemilu 2019 ini, berhasil mengisi semua Dapil DPRD Provinsi NTB.

Di Dapil I Kota Mataram, dari data yang sudah dihimpun, memperlihatkan bahwa PKS berhasil mengamankan satu kursi dari lima kursi di Dapil ini. Bahkan, PKS berada pada urutan ketiga perolehan suara. PKS berpeluang menggeser posisi Partai Demokrat, yang sebelumnya pemilik kursi pada Pemilu 2014 lalu. Sementara empat kursi lain masih menjadi milik partai peraih kursi Pileg 2014, yakni Gerindra, PDIP, PPP, dan Golkar.

‘’Di Dapil I kita di posisi ketiga perolehan suara. Yang pertama ditempati Gerindra. Kemungkinan besar di Dapil I, TGH Muhlis akan jadi, karena beliau sementara ini memimpin di internal,’’ kata Abdul Hadi.

Sementara, untuk Dapil II, (Lobar-KLU) PKS juga memastikan diri meraih satu kursi. Di Dapil ini, dua caleg PKS bersaing ketat untuk meraih kursi, antara Caleg petahana Ustad Patimura Farhan, dan TGH. Satriawan. Begitu juga di Dapil III (Lombok Timur Utara), PKS juga diprediksi kuat tetap mengamankan satu kursi dan Caleg yang akan melenggang ke Udayana, diprediksi adalah Abdul Hadi sendiri. ‘’Kalau Dapil III tidak jauh,’’ kata Hadi. Sedangkan di Dapil IV Lombok Timur Selatan, PKS juga diprediksi dapat satu kursi, dengan mengirim TGH. Muhanan.

‘’Jadi kalau dari gambaran makro kami kalau Dapil V (Sumbawa dan KSB) juga dari data kita, dapat satu kursi. Di sana berpotensi Pak Sembiring Ahmadi. Sedangkan di Dapil VII dan VIII Kabupaten Lombok Tengah, juga kita terisi, dengan Ustad Yek Agil dan Ustad Patompo Adnan yang memimpin perolehan suara saat ini,’’ ungkapnya.

Sedangkan untuk DPRD 10 Kabupaten/Kota di NTB, PKS juga sudah melakukan perhitungan potensi perolehan kursinya. Dari keseluruhan 46 Dapil di 10 Kabupaten/Kota itu, PKS optimis telah mengunci kursi di 40 Dapil. Sementara enam Dapilnya masih terlihat berat bagi PKS untuk mendapatkan kursi dilihat dari perolehan suara masuk di enam Dapil tersebut.

‘’Ya, di Kabupaten/Kota kita bisa isi 40 Dapil. Enam kosong karena di sana agak berat. Enam Dapil itu tersebar satu di Kota Mataram, satu Dapil di KLU, satu Dapil di Kota Bima, satu Dapil di  Kabupaten Bima, dan dua Dapil di Dompu. Di sana kemungkinan kita zong kalau melihat dari gambaran sementara ini dari data yang kami pegang,’’ jelasnya.

Nasdem Optimis

Di tempat terpisah, Ketua DPW Partai Nasdem NTB, Moh. Amin juga mengaku optimis bahwa untuk DPRD NTB, partainya bakal memperoleh kursi yang signifikan. Sehingga dari prediksi perolehan kursi berdasarkan perhitungan internal Nasdem, mereka meyakini bisa menduduki unsur Pimpinan Dewan.

Meskipun tidak melakukan rekapitulasi internal seperti sesistimatis PKS. Namun demikian berdasarkan data yang diterima Amin berdasarkan laporan sementara dari masing-masing DPD Nasdem di Kabupaten/Kota, pihaknya juga sudah memiliki gambaran perolehan kursi yang akan didapatkan.

Untuk Dapil I, Kota Mataram berdasarkan data yang diperoleh, Nasdem pesimis dapat memesan kursi. Perolehan suara Nasdem di Mataram tidak memungkinkan untuk meraih kursi. ‘’Di Mataram kita akui berat di sana,’’ katanya. Dapil yang berpeluang kosong bagi Nasdem juga terjadi di Dapil VII dan VIII di Kabupaten Lombok Tengah.

Sementara itu, Dapil yang optimis diisi Nasdem yakni Dapil II, Lobar-KLU. Dari data yang masuk, di Dapil II ini Nasdem berpeluang meraih dua kursi. Di Dapil II ini diketahui yang bersaing ketat memperebutkan kursi, yakni TGH. Hasanain Juaini, H. Suharto dan Caleg petahana H. Herwanto.

Dua kursi juga berpeluang diraih Nasdem di Dapil III Lombok Timur bagian Utara. Dari laporan yang diterima Amin, Nasdem memimpin perolehan suara di Dapil ini dengan angka yang cukup fantastis. Sehingga dua kursi optimis diraihnya.

‘’Dapil IV kita terisi, Dapil V juga terisi, Dapil VI juga kita tetap terisi,’’ kata mantan Wakil Gubernur NTB ini saat ditemui di ruang kerjanya di DPW Nasdem NTB.

Sementara itu, sejumlah partai politik lainnya, yang dihubungi Suara NTB, sebagai besar mengaku masih buta dengan perolehan suara mereka. Apalagi sampai bisa memetakan perolehan kursinya. Golkar salah satu yang tidak melakukan pengawalan suara. Pengawalan suara dilakukan oleh masing-masing Caleg.

Dari pengakuan Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi, juga menyampaikan bahwa banyak partai lain yang datang ke PKS untuk meminta hasil rekapitulasinya. Karena sampai sejauh ini hanya PKS yang melakukan rekapitulasi internal.  (ndi/aan)